Senin, 22 Jun 2026 03:01 WIB

Kisah Bripka Febri, Polisi Surabaya Penyelamat Nyawa Pendeta asal Korsel

  • Penulis :
  • | Rabu, 13 Okt 2021 16:23 WIB
Bripka Febri Rijal Syaifudin (kanan) saat menerima penghargaan dari Asisten Konsul Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia di Jatim, Lee Kyung-yoon
Bripka Febri Rijal Syaifudin (kanan) saat menerima penghargaan dari Asisten Konsul Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia di Jatim, Lee Kyung-yoon

jatimnow.com - Seorang polisi yang sehari-hari berdinas di jajaran Polrestabes Surabaya, Bripka Febri Rijal Syaifudin mendapat penghargaan dari Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan (Korsel).

Penghargaan itu diterima Febri setelah berjuang menyelamatkan hidup seorang pendeta asal Negeri Gingseng bernama Kim yang sedang terpapar Covid-19 varian terbaru pada 18 Juli 2021.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kasus Covid-19 di Indonesia yang sedang tinggi-tingginya membuat pendeta KIM kesulitan mendapatkan rumah sakit.

"Di mana-mana rumah sakit penuh, semua orang dirawat karena Covid-19," ungkap Febri, Rabu (13/10/2021).

Meski sudah mendapat bantuan dari Asosiasi Korea berupa obat-obatan darurat hingga oksigen, kondisi Kim kian memburuk. Saturasi oksigen yang normalnya di angka 95-100, turun menjadi 77-80.

Setelah sepekan dirawat, Kim ingin kembali ke negara asalnya untuk mendapat perawatan yang lebih baik. Namun dia mendapat penolakan, karena kondisi paru-parunya yang sudah rusak.

"Staf medis di Korea Selatan mendesak agar segera dipindah ke rumah sakit yang ada ventilatornya," tutur dia.

Namun, bukan hal mudah untuk mendapatkan ruang perawatan. Karena saat itu kasus Covid-19 meningkat drastis. Febri pun mengakui kesulitan menemukan akses kesehatan.

Febri datang bak malaikat penolong bagi pendeta KIM. Dia berhasil mendapatkan informasi mengenai kamar perawatan pasien Covid-19 yang kosong dan memadai.

"Saya akhirnya menemukan Rumah Sakit Rahman Rahim di Sidoarjo. Malam hari dari Malang langsung mengantarkan Pak Kim menggunakan ambulans," ungkap dia.

Pada 27 Juli 2021 itu, Kim sudah mendapat perawatan yang memadai. Keesokan harinya dia mulai sadar dan bisa mengonsumsi makanan seadanya.

"Akhirnya saya dapat kabar Pak Kim sehat kembali, beliau sendiri mengakui tidak yakin bisa selamat," tambah Febri.

Setelah dua hari mendapat perawatan di rumah sakit tersebut, akhirnya pendeta Kim diizinkan untuk kembali ke Korea Selatan menggunakan pesawat pengangkut pasien (ambulans udara).

Bripka Febri Rijal Syaifudin (dua dari kiri) bersama Konsul Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia di JatimBripka Febri Rijal Syaifudin (dua dari kiri) bersama Konsul Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia di Jatim

Baca Juga: Korea Selatan Comeback dan Tekuk Republik Ceko di Laga Awal Piala Dunia 2026

Prestasi dan sosok Bripka Febri

Penghargaan yang didapatkan Febri ternyata bukan pertama kali. Sebelumnya dia pernah mendapatkan apresasi dari Korea Selatan karena jasanya mempererat hubungan persaudaraan.

"Itu Tahun 2016 lalu dapat penghargaan dari Kedutaan Besar Korea untuk Jatim," sambung Febri.

Penghargaan kedua yang diperolehnya setelah menyelamatkan nyawa seorang pendeta diberikan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia di Jakarta pada tanggal 23 September 2021.

"Saya kaget dan tak menduga bisa mendapatkan apresiasi dari kepolisian Korsel," ujar dia.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sudah menjadi tugas setiap anggota Polri. Sebelumnya Febri bertugas di Unit Pengawasan Orang Asing di Satintelkan Polrestabes Surabaya pada 2011-2019.

Meski sudah tidak ditugaskan di sana dan sekarang di Polsek Jambangan, upaya membantu warga asing tentang kemanusiaan dan masa sulit bagi semua orang harus dilakukan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya berusaha membantu semampu saya. Prioritas polisi adalah nyawa. Hal yang sering saya pedomani adalah arahan Pak Presiden, yaitu Polri bukan hanya sekedar profesi. Namun salah satu jalan untuk mengabdi," tambahnya.

Asisten Konsul Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia di Jatim, Lee Kyung-yoon menyatakan bahwa hubungannya dengan seorang bintara selama 10 tahun itu yang menyelamatkan pendeta Kim saat berada diambang kematian.

Dimata Lee, Febri sudah banyak membantu dengan sepenuh hati dan membuat warga Korea Selatan yang tinggal di Indonesia merasa aman.

"Dia teman yang sangat berharga bagi kami," ungkap Ketua Asosiasi Korea Selatan Jawa Timur tersebut.

Setelah kesembuhan pendeta Kim, Lee dihubungi melalui sambungan telepon. Di sana mereka membicarakan mengenai pengalaman pendeta itu berjuang untuk sembuh dari Covid-19.

"Beliau (pendeta Kim) mengatakan tidak yakin bisa selamat. Ternyata sudah sehat dan sembuh. Saya sangat berterima kasih dengan Pak Febri, karena sudah membantu kami," tutur Lee.

Febri kini bersiap menyambut anaknya lahir ke dunia, karena istri tercintanya sedang hamil anak pertama. Pria 34 tahun ini menguasai Bahasa
Inggris, Jepang, Perancis hingga Korea.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.