Kamis, 18 Jun 2026 04:43 WIB

Mahasiswa UWKS Peraih Medali Emas PON XX Papua Disambut Apresiasi

Tiga mahasiswa UWKS meraih medali pada ajang PON XX 2021 di Papua.
Tiga mahasiswa UWKS meraih medali pada ajang PON XX 2021 di Papua.

jatimnow.com - Tiga mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) berhasil meraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua.

Mereka adalah Ananda Rigi Aditya (cabor bermotor) mahasiswa Fakultas Kedokteran peraih medali emas, Raffiuddin Helmi (cabor sepatu roda) mahasiswa Fakultas Pertanian peraih medali emas, dan Mochamad Andhy Yusuf Kusnari (cabor polo air) mahasiswa Fakultas Ekonomi peraih medali perak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Civitas akademika menyambut kedatangan ketiganya dengan antusias. Tak hanya itu, mereka unjuk kebolehan dengan menunjukkan keahlian bermotor dan bermain sepatu roda di lapangan kampus setempat.

Rektor UWKS, Prof Widodo Ario Kentjono menyatakan rasa bangganya kepada 3 mahasiswa tersebut. Widodo mengapresiasi ketiganya dengan memberikan pembebasan SPP dan beasiswa.

"Bagi peraih medali emas juara 1 di PON 20 Papua dari Fakultas Kedokteran (Rigi) sesuai dengan peraturan rektor, dibebaskan SPP selama 18 bulan senilai Rp 90 juta. Lalu, dari Fakultas Pertanian (Raffiuddin) mendapat pembebasan SPP selama 18 bulan juga senilai Rp 27 juta. Yang ketiga (Yusuf) mendapat beasiswa CSR," kata Widodo, Selasa (12/10/2021).

Beberapa hari jelang pemberangkatan atlet, lanjut Widodo, pihaknya optimis para mahasiswa bisa menyabet emas mewakili kontingen Provinsi Jatim. Terlebih prestasi ketiganya tidak diragukan lagi, mengingat sebelum lolos mengikuti PON XX, mereka telah berprestasi di kancah nasional dan internasional dengan memenangkan medali emas.

UWKAS juga memberikan uang pembinaan kepada para Atlet yang berangkat ke PON XX Papua.

"Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang ditorehkan mahasiswa kami. Jadi, kami beri beberapa kemudahan sampai pendidikan mereka selesai," jelasnya.

Raffiuddin Helmi mengaku perjuangannya tak mudah dalam mendapatkan medali emas. Sebab, ia harus giat berlatih meski minim fasilitas.

"Yang sulit itu fasilitas ya, kalau kemarin di PON Papua ada trek yang standar internasional, kalo di Jatim belum ada," tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Meski senang, bukah hal yang mudah untuk bertarung melawan atlet dari seluruh daerah di Indonesia. Raffiuddin harus beradaptasi trek dengan waktu yang minim.

"Jadi, kalau penyesuaian trek itu minimal 1 bulan lah. Nah kemarin pas di Papua, cuma 2 hari saja," katanya.

Atlet cabor sepatu roda dari setiap daerah merupakan saingan beratnya. Terutama, dari Provinsi Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Persiapannya selama 2 tahun untuk berlaga di Pon Papua tak sia-sia.

"Kami gak menyangka (bisa menang), karena gak sesuai target dan kebanyakan meleset (waktu latihan). Meskipun, sebelumnya (PON XIX Jawa Barat) sebelumnya dapat 2 emas," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Senada dengan rekannya, Ananda Rigi Aditya mengaku bangga bisa mengharumkan nama kampus, kota, dan provinsi. Mengingat, cabor yang diikutinya adalah yang pertama kali sejak PON digelar.

Atlet bermotor 125cc itu mengutarakan, ada serangkaian pengalaman panjang nan menarik saat berlatih hingga bertanding dalam sirkuit PON. Durasi warming up (pemanasan) dengan sirkuit sangat singkat nan terbatas.

"Sirkuitnya sangat panjang dan beda dari Jatim, tentu ada penyesuaian, harus cepat adaptasi, karena kontur tanah, jumping, dan lain sebagainya beda, lebih panjang dan tinggi, sekitar 28 meter," tutur dia.

Meski begitu, mahasiswa yang kini menjalani semester 4 kedokteran itu mengaku senang. Sebab, baru pertama kali mengikuti cabor bermotor dan berhasil memenangkan emas untuk Jatim dan Surabaya.

"Ini PON yang pertama kali, saya ikut di 125cc kategori regu dan perorangan, ini emas saya pertama kali juga," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.