Selasa, 16 Jun 2026 04:23 WIB

Risma Keluhkan Susahnya Bantu Anak Miskin Dapat Pendidikan Layak

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini./Foto: Arry Saputra.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini./Foto: Arry Saputra.

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan keluh kesahnya kepada media, terkait dengan susahnya ia membantu anak-anak miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Hal ini disampaikannya dalam jumpa pers yang diadakan di kediamannya pada Rabu (20/6/2018)

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Saya sangat prihatin. Padahal pemerintah ada itu ya salah satunya untuk pendidikan," ujarnya.

Risma mengatakan selama ini pihaknya terus berupaya untuk menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu dan berpotensi.

Namun ia sangat menyayangkan keputusan sekolah yang tidak mau menurunkan biaya sekolah. "Kemarin itu ada uang pangkalnya sampai Rp 10 juta. Ya udah itu nggak bisa ditawar lagi," ujar Risma.

Sekolah yang dimaksud Risma merupakan SMA/SMK Negeri di kota Surabaya. Ia beranggapan bahwa pendidikan layak dan gratis merupakan implementasi dari sila ke-5 pancasila yang berbunyi Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, menurut undang-undang pasal 34 ayat 1, rakyat fakir dan miskin merupakan tanggungan negara.

"Jadi sekarang pemerintah ini berpihaknya kepada siapa?," tanyanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Risma juga bercerita keresahannya semakin menjadi ketika satpol pp beberapa saat lalu menemukan segerombolan remaja yang sedang mabuk-mabukan.

"Waktu mereka sadar terus cerita, sebenarnya saya itu pingin sekolah. Kan kasihan, saya gak mbayangin bagaimana nanti masa depan mereka apabila tidak dapat bersekolah lagi. Nanti gedenya itu bisa jadi jambret, copet, maling," keluhnya.

Risma menerangkan bahwa hingga saat ini Dinas sosial sedang menyelesaikan permasalahan pendidikan ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Namun ia mengaku bahwa apabila biaya pendidikan atau SPP semakin naik maka pemerintah kota akan merasa semakin keberatan. "Ya kita akan bantu tapi ya uang kita kan terbatas," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.