Kamis, 18 Jun 2026 09:40 WIB

Pilihan Pembaca: 34 Santriwati Jadi Korban Pencabulan hingga Sopir Truk Tewas

  • Penulis :
  • | Sabtu, 25 Sep 2021 07:48 WIB

jatimnow.com - Berita 34 sntariwati jadi korban pencabulan ustaz di Trenggalek menjadi pilihan pembaca pertama pada Jumat (24/9/2021).

Di urutan kedua, berita sopir truk fuso tewas tertimbun di galian C Mojokerto. Dan di rutuan ketiga akal bulus ustaz di Trenggalek saat cabuli 34 santriwati.

Baca Juga: Kolaborasi Unisla, Arema Lolos Lisensi AFC, Tim Raimas Kalam Munyeng

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

34 Santriwati Jadi Korban Pencabulan Ustaz di Trenggalek

Seorang ustaz ditangkap Satreskrim Polres Trenggalek setelah terbukti mencabuli 34 santriwatinya. Pencabulan itu dilakukan mulai 2019. Ustaz cabul itu berinisial SMT (34), warga Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana menjelaskan, aksi tersangka terbongkar setelah salah satu orangtua korban melapor.

"Dari keterangan korban dan pelaku, ada 34 santriwati menjadi korban," ujar Arief saat konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Hidupkan Bandara, PMI Terkurung dalam Peti Es, Disorientasi Seksual

Sopir Truk Fuso Tewas Tertimbun di Galian C Mojokerto

Nahas menimpa Marjuki (52), warga Dusun/Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Sopir truk Fuso nopol L 8003 UL itu tewas tertimbun muatannya sendiri usai kendaraan yang dikemudikannya alami rem blong.

Korban diketahui berada di lokasi tambang atau galian c milik CV Barokah Dusun Buluresik, Desa Manduro Manggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Akal Bulus Ustaz di Trenggalek saat Cabuli 34 Santriwati

Baca Juga: Prajurit Tewas, DPRD Jatim Desak Penguatan Perda, Mbak Vinanda Sidak

Menyandang gelar ustaz, membuat SMT dengan leluasa mencabuli 34 santriwatinya. Namun kini, pria 34 tahun asal Kecamatan Pule itu telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Trenggalek setelah aksi bejatnya terbongkar.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan, pencabulan itu dilakukan tersangka sejak Tahun 2019. Pencabulan itu dilakukan tersangka setiap mendapat kesempatan.

"Dalam pemeriksaan tersangka mengaku korbannya ada sekitar 34 santriwati. Rata-rata dicabuli pada siang hari di tempat yang sepi di area ponpes (pondok pesantren)," jelas Arief, Jumat (24/9/2021).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.