Minggu, 21 Jun 2026 01:55 WIB

Capaian Vaksinasi Tinggi, Ning Ita: Kota Mojokerto Berpeluang Turun Level PPKM

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari

jatimnow.com - Capaian vaksinasi menjadi salah satu syarat penentuan level PPKM Jawa dan Bali membawa angin segar Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto karena berpeluang turun ke level 2 atau 1.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan selama ini meski cakupan vaksinasi Kota Mojokerto menjadi yang tertinggi di Jawa Timur, ternyata tidak berdampak pada penurunan level PPKM.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Terbukti, hingga hari ini, level PPKM Kota Mojokerto masih tiga.

"Inmendagri sebelum-sebelumnya, cakupan vaksinasi tidak menjadi indikator penentuan level PPKM daerah. Tapi di Inmendagri terbaru yang terbit tanggal 13 September kemarin, cakupan vaksinasi ditambahkan sebagai indikator penentuan level. Nah itu peluang kita untuk bisa turun level," kata Ika Puspitasari dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (15/9/2021).

Ning Ita menyebut jika Inmendagri Nomor 42 tahun 2021 tentang PPKM level 4,3,2 Covid -19 di Jawa dan Bali benar-benar direalisasikan, maka Kota Mojokerto bisa turun level menjadi level dua atau satu.

"Di situ kan disebutkan, jika penurunan level daerah dari level 3 menjadi level 2, capaian total vaksinasi dosis pertama minimal 50 persen dan capaian vaksinasi dosis satu lansia di atas 60 tahun minimal 40 persen," terangnya.

Capaian vaksinasi dosis pertama Kota Mojokerto mencapai angka 119.07 persen dan capaian vaksinasi dosis kedua mencapai angka 69.39 persen.

"Jika berpedoman pada capaian tesebut, tidak menutup kemungkinan kita juga bisa loncat langsung ke level satu. Sebab syarat turun level dari dua ke satu hanya dibutuhkan capaian vaksinasi dosis pertama minimal sebesar 70 persen. Padahal saat ini capaian kita sudah diatas 100 persen," ungkapnya.

Ning Ita menambahkan, capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua Kota Mojokerto menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Bahkan, Kota Mojokerto menjadi satu diantara dua Kota di Jawa Timur yang mencapai herd immunity lebih awal.

"Kota Mojokerto selalu bersanding dengan Kota Surabaya terkait capaian vaksinasinya. Baik itu dosis pertama maupun kedua. Bahkan dua kota ini menjadi daerah yang mencapai herd immunity lebih dulu dibanding daerah-daerah lain di Jawa Timur," paparnya.

Baca Juga: Kota Mojokerto Raih Predikat Kota Terinovatif IGA 2024

Menurut Ning Ita, dari data di situs resmi Kementerian Kesehatan per tanggal 14 September capaian vaksinasi dosis kedua Kota Mojokerto masuk 10 besar tingkat nasional.

Dan Kota Mojokerto menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang menduduki rangking tersebut.

"Pukul 12.00 siang tadi kita cek, posisi kita berada di urutan 10. Dengan capaian vaksinasi dosis kedua sebesar 69,36 persen atau sebesar 70.435 jiwa," tukasnya.

Kota Mojokerto berada satu level dibawah Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah dengan capaian vaksinasi dosis kedua sebesar 70.43 persen.

Dan berada di atas satu tingkat dengan Kabupaten Klungkung Provinsi Bali dengan capaian vaksinasi sebesar 65.14 persen.

Baca Juga: Konsumen Setia Mojo Shop Fiesta Diganjar Hadiah Umrah

"Ini patut kita syukuri, usaha keras kita untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi membuahkan hasil. Sehingga bisa mendongkrak capaian vaksin kita menjadi yang tertinggi," bebernya.

Tak hanya itu, Ning Ita juga mengapresiasi tinggi kerja keras tim tenaga kesehatan Pemkot Mojokerto yang tak kenal lelah melayani masyarakat Kota Mojokerto untuk memenuhi permintaan vaksin. Ia juga berterima kasih kepada seluruh warga Kota Mojokerto atas partisipasinya dalam vaksinasi.

"Tak ada upaya yang sia-sia, kini kerja keras kita akan menuai hasil positif. Merujuk pada Inmendagri terbaru, kita akan bisa turun level PPKM," cetusnya.

Namun demikian, Ning Ita tetap mengingatkan warga Kota Mojokerto untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Karena virus ini bisa dihindari jika tetap berpedoman pada prokes ketat.

"Meski sudah vaksin dan meski PPKM sudah diperlonggar, saya selalu ingatkan warga kota untuk tak lalai prokes. Karena itulah benteng terkuat kita dalam melawan Covid-19," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.