Sabtu, 20 Jun 2026 23:38 WIB

Mengintip Dibukanya Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Hankuk University Korsel

Pembukaan kuliah virtual BIPA semester genap tahun ajaran 2021 untuk mahasiswa HUFS, Senin (6/9) - Foto: Dokumentasi KBRI Seoul
Pembukaan kuliah virtual BIPA semester genap tahun ajaran 2021 untuk mahasiswa HUFS, Senin (6/9) - Foto: Dokumentasi KBRI Seoul

jatimnow.com - Hankuk University for Foreign Studies/HUFS di Korea Selatan (Korsel) baru saja membuka mata kuliah Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA), Senin (6/9/2021). HUFS adalah perguruan tinggi pertama yang berkolaborasi dengan KBRI Seoul untuk program BIPA.

"Penting untuk belajar Bahasa Indonesia, tidak kalah pentingnya untuk cintai budaya Indonesia, dan tentunya bersahabat dengan masyarakat Indonesia," kata Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi, saat pembukaan kuliah virtual BIPA semester genap tahun ajaran 2021 untuk pelajar HUFS di Kampus Global, Kota Yongin, Korsel, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.

Baca Juga: Korea Selatan Comeback dan Tekuk Republik Ceko di Laga Awal Piala Dunia 2026

"Dibukanya mata kuliah Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing/BIPA di Hankuk University for Foreign Studies/HUFS menandai era baru diplomasi bahasa serta budaya Indonesia ke Korea Selatan," tambah Umar.

Umar berpesan, pada abad ke-21 masyarakat dunia hidup di dalam era tiga disrupsi yaitu disrupsi lingkungan (perubahan iklim), teknologi (artificial intelligence), kesehatan publik (pandemi Covid-19). Ke depan, industri terkait bidang pangan, kesehatan, digital dan hijau diperkirakan akan menjadi bidang-bidang industri utama.

Umar juga menyampaikan kisah sukses generasi muda Korsel yang merancang aplikasi untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan Indonesia. Pada satu dekade ke depan, investasi perusahaan Korsel yang padat teknologi akan semakin banyak.

Tenaga kerja muda Korsel yang fasih berbahasa Indonesia maupun tenaga kerja muda Indonesia yang fasih berbahasa Korea akan sangat diperlukan perusahaan-perusahaan tersebut.

"HUFS bangga menjadi perguruan tinggi pertama yang berkolaborasi dengan KBRI Seoul untuk program BIPA," diungkapkan Profesor Dr Song Seung Won, Ketua Jurusan HUFS.

Profesor Wong terkenang akan pengalaman studinya saat menuntut ilmu di Universitas Indonesia, Depok. Pengalaman itu membuatnya mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal ini merupakan modalnya saat melakukan riset akademik di pulau-pulau kecil di Indonesia.

Kelas BIPA dirancang khusus oleh Atase Pendidikan pertama di KBRI Seoul yang mulai bertugas sejak bulan Februari 2021, Dr Gogot Suharwoto. Menitikberatkan unsur Bahasa sebagai wujud diplomasi budaya, BIPA di Korea Selatan juga akan berisi kelas mengenai promosi ekonomi kreatif dari Tanah Air, subsektor fashion yaitu kelas batik dan musik yaitu kelas gamelan.

Baca Juga: 9 Pemuda Asal Trenggalek Kuliah D2 Gratis di Korea Selatan

Dr Komaruddin Kudiya adalah akademisi dan pendiri Rumah Batik Komar yang akan menjadi salah satu pengajar kelas batik. Ia menyampaikan pentingnya bagi pelajar HUFS sebagai calon-calon pemimpin Korsel di masa depan untuk mempelajari batik tidak saja sebagai warisan budaya tak benda tetapi juga ikon ekonomi kreatif Indonesia.

Sebelum kuliah dibuka, program BIPA secara resmi diluncurkan (official launching) pada tanggal 4 September 2021.

"Internasionalisasi Bahasa Indonesia merupakan diplomasi budaya yang efektif. Once you learn about Indonesian language, we kindly hope you will grow your love to Indonesian culture. Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi atas kiprah KBRI Seoul meluncurkan program BIPA di Korsel," sambung Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud RI, Prof Dr Aminuddin Aziz.

Profesor Dr Kim Yong Ae (Wakil Rektor Bidang Akademik HUFS), Profesor Dr Yekyoum Kim (Busan University for Foreign Studies/BUFS) dan Ketua APP BIPA, Dr Liliana Muliastuti, MPd turut hadir pada kegiatan tersebut.

Han Yoo Ra, influencer-youtuber Korsel yang fasih berbahasa Indonesia, tidak ketinggalan menyampaikan alasannya belajar Bahasa Indonesia. Ia mengaku kangen liburan ke Pulau Dewata.

Baca Juga: Komisi X DPR RI dan Kemendikbud Gelar Diseminasi Diplomasi Bahasa di Surabaya

BIPA adalah salah satu flagship program KBRI Seoul pada 2021, yang ditargetkan untuk berlanjut di kampus lainnya pada tahun-tahun mendatang, termasuk di BUFS. HUFS dan BUFS merupakan universitas favorit bagi pelajar lokal dan asing, termasuk Indonesia.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.