Rabu, 17 Jun 2026 11:59 WIB

Kasus Sumirah Mencuat, Pemkot Surabaya Bikin Aplikasi Usul Bansos

Dokumentasi jatimnow.com
Dokumentasi jatimnow.com

jatimnow.com - Cerita nenek Sumirah yang tak tersentuh Bantuan Sosial (Bansos) sejak Pandemi Covid-19, membuat Pemkot Surabaya, berbenah. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), membuat aplikasi Usul Bansos untuk mempermudah pelayanan yang tak mendapat bantuan pemerintah tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, pihaknya menindaklanjuti keresahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi perihal masih ada warganya yang tak tersentuh bantuan selama pandemi Covid-19.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Perintah Pak Wali Kota, bagaimana Kominfo membuat suatu aplikasi yang sederhana, yang gampang untuk mengusulkan dirinya sendiri atau orang lain, yang sampai saat ini belum mendapatkan bantuan," kata Fikser, Jumat (27/8/2021).

Dari usulan itu, Diskominfo akan melakukan verifikasi, pun dengan setiap kecamatan dan kelurahan di Kota Surabaya.

"Jadi, begitu (data/informasi), masuk 1x24 jam camat dan lurah turun, akan melakukan verifikasi terhadap notifikasi yang masuk itu," ujarnya.

Untuk melakukan verifikasi, tak semua yang terdaftar bisa dipastikan lolos. Sebab, petugas dari kecamatan maupun kelurahan harus mengkroscek lebih lanjut perihal data yang telah diinput dalam sistem.

Sesuai dengan UU Nomor 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, pembaruan data menjadi kewenangan pemerintah daerah. Maka dari itu, ada sejumlah indikator yang dapat menentukan pemohon atau warga yang mengajukan bantuan bisa terverifikasi atau tidak.

Apabila dalam pelaksanaannya ternyata warga yang terdaftar telah mendapat bantuan baik dari pemkot maupun kemensos, lanjut Fikser, tetap akan dilakukan kroscek oleh petugas di lapangan.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Kan ada 11 indikator pantas, nah itu mereka tetap akan dibantu untuk mendapat bantuan. Tetapi yang ini (melalui aplikasi), kalau ada bantuan dari Pemkot Surabaya, langsung dibantu supaya tidak ada kejadian seperti nenek Sumirah yang sempat muncul di media, jangan lagi terjadi di surabaya. Ini adalah salah satu kegelisahan Walikota Surabaya," katanya.

Agar mempermudah warga untuk mengakses layanan tersebut, Fikser menegaskan pengguna tak perlu melakukan registrasi dan verifikasi akun.

"Langsung, tidak pakai daftar-daftar, kita tidak mau pakai aplikasi yang rumit, bisa juga dari teman-teman dan relawan di lapangan untuk verifikasi," tegas dia.

Ia berharap aplikasi tersebut bisa dipergunakan arek-arek Suroboyo secara maksimal untuk membantu sesama warga yang benar-benar membutuhkan bantuan selama Pandemi Covid-19..

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Mudah-mudahan, aplikasi ini bisa memudahkan, setiap orang bisa mengusulkan dirinya sendiri dan orang lain yan benar-benar membutuhkan Bansos. Bisa masuk di surabaya.go.id, karena memang baru selesai hari ini langsung launching, sambil jalan kita perbaiki agar mudah diakses siapa saja," ungkapnya.

Para pengguna dihimbau tidak menyalahgunakan kemudahan aplikasi tersebut. Supaya bantuan dan pendataan bisa diberikan tepat sasaran dan tepat waktu.

"Karena memang ini aplikasi sangat mudah, kami juga minta tolong kepada warga Surabaya, apabila usul bansos nantinya untuk bisa menolong orang lain, juga tetangga kanan kirinya, bukan untuk main-main, kasihan juga petugas yang melakukan verivikasi, jangan sampai merugikan orang lain, akseslah ini untuk bisa menolong orang lain," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.