Kamis, 18 Jun 2026 01:50 WIB

Nasib Sumirah, Nenek di Surabaya yang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

Nenek Sumirah sehari-hari tinggal di rumah kos di kawasan Sukomanunggal, Surabaya (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Nenek Sumirah sehari-hari tinggal di rumah kos di kawasan Sukomanunggal, Surabaya (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bantuan sosial (bansos) selayaknya dinikmati seluruh warga tidak mampu dan terdampak Pandemi Covid-19. Namun berbeda bagi Sumirah, nenek berumur 89 tahun di Surabaya itu mengaku belum sekalipun tersentuh bantuan dan pemerintah.

Setelah menjanda sejak Tahun 2006, Sumirah harus hidup sendirian di rumah kos Simojawar Gang 1 Nomor 150 RT. 01 RW. 01 Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, karena pernikahannya dengan Bari, tidak dikarunia anak.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Saya tanya katanya ndak ada jatahnya. Ndak ada jatahnya gitu bilange," ungkap Sumirah saat ditemui di tempat kosnya, Selasa (24/8/2021).

Meski tinggal di tempat kos, sudah 30 tahunan Sumirah sudah menjadi warga Surabaya, sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang ia miliki.

Di usianya yang sudah senja itu, Sumirah seharusnya mendapat jatah program permakanan lansia yang dikeluarkan Pemkot Surabaya melalui dinas sosial. Namun Sumirah mengaku tidak mendapatkan itu.

"Ndak pernah mpun, ndak pernah, sumpah ini nak saya sudah tua. Ya itu saksi-saksi tetangga-tetangga itu tau semua," ungkap Sumirah.

"Maem e sak wonten e secol pohong sak urup-urupe (makan ya seadanya nasi singkong seadanya)," tambahnya.

Ada kalanya Sumirah mengaku iri melihat para tetangga sekitar bisa menikmati program Bantuan Sosial Tunai (BST) ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI selama masa Pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Nggeh duspundi sagete welas kaleh kulo, mosok nggeh kulo niki mboten dikeki rasane duit pemerintah (ya gimana bisanya kasihan sama saya, masak ya saya ini nggak dikasih tahu rasanya uang pemerintah)," ucapnya.

Sumirah menambahkan, dirinya juga telah berulang kali mengajukan bantuan kepada RT, RW di lingkungan setempat.

"Kulo niki sampek tanglet teng Pak RW-ne, pak nderek tanglet pak, kulo niki nopo tiang glandangan pak? Ngoten kulo sampek dimintai KTP tapi nggeh mboten wonten nopo-nopo (saya ini sampai tanya ke Pak RW, pak saya nanya apa saya ini seorang glandangan pak? Gitu saya dimintai KTP tapi ya nggak ada apa-apa)," imbuh Sumirah.

Kini, Sumirah hanya bisa menanti. Dia hanya bisa pasrah dengan nasibnya yang sudah tua yang tak mampu lagi bekerja. Hanya kebaikan para tetangga yang membuatnya bertahan hidup.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Badhe merdamel nggeh merdamel nopo. Riyen kulo momong, sak niki momong mpun mboten kuat. (Mau kerja ya kerja model apa. Dulu saya pengasuh anak, sekarang sudah tidak kuat)," tambahnya.

Sehari-hari, Sumirah menjualkan barang dagangan milik tetangganya dan menjadi buruh dapur untuk biaya membayar kos Rp 250 ribu setiap bulannya.

Nenek Sumirah sehari-hari tinggal di rumah kos di kawasan Sukomanunggal, SurabayaNenek Sumirah sehari-hari tinggal di rumah kos di kawasan Sukomanunggal, Surabaya

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.