Sabtu, 06 Jun 2026 22:01 WIB

Rasakan Sensasi 'Tamparan' Dari Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Minggu, 04 Mar 2018 20:26 WIB
Nasi tempong khas Banyuwangi yang melegenda karena pedasnya.
Nasi tempong khas Banyuwangi yang melegenda karena pedasnya.

jatimnow.com – Nasi tempong, makanan khas dari Banyuwangi yang terkenal karena pedasnya yang melegenda. Dinamakan nasi tempong karena sambal racikan campuran asam segar, ranti, dan aroma terasi yang memiliki rasa pedas menggigit.

Sesuai namanya, tempong artinya tampar. Jadi, usai makan seporsi kuliner khas Banyuwangi ini rasa pedasnya masih menggigit alias seperti ditampar.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Setidaknya, terdapat dua tempat yang menjadi rujukan. Pertama, warung milik Mbok Nah, sapaan akrab Sutinah yang berada di Jalan Kolonel Sugiono Kelurahan Kertosari Kecamatan/ Kabupaten Banyuwangi.

“Kalau sehari bisa melayani 200 porsi. Bisanya tahu karena setiap 1 kilo beras bisa menjadi 12 porsi dan harganya mulai Rp 7-15 ribu,” kata karyawati Mbok Nah, Susiati (39) saat dimintai keterangan, Minggu, (4/3/2018).

Setiap penyajiannya, imbuh Susi, nasi tempong berisi nasi putih porsi sedang, sayuran (bayam, labu siam, daun singkong), tahu dan tempe goreng plus dadar jagung dengan harga Rp 7 ribu rupiah.

Warung mbok nah juga menyediakan lauk lainnya seperti ayam goreng, telur goreng ikan dan lele goreng, rempela-hati ayam, dan pepes ikan tongkol yang dipatok dengan harga mulai Rp 10 - 15 ribu rupiah.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

“Kita bukanya setiap hari, mulai jam 09.00 sampai pukul 24.00. Rata-rata omset per hari bisa sekitar Rp 2 sampai 3 juta,” paparnya.

Sementara itu, di warung yang menjadi rujukan kedua, adalah warung nasi tempong milik Miswah yang akrab dikenal mbok Wah. Warung milik Mbok Wah di Jalan Gembrung Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah ini berada di lokasi perumahan.

Untuk lauk, warung nasi tempong mbok Wah menyediakan lauk ikan asin goreng, pindang ikan, nus dan cumi, pepes ikan, udang tepung goreng, sate telur puyuh, dan telur pindang. Untuk harga yang dipatok berkisar mulai harga Rp 12 hingga 17 ribu rupiah, sesuai selera.

Dari kedua warung tersebut memiliki kesamaan dalam setiap menyiapkan sambal untuk disajikan sebagai pelengkap nasi tempong. Sambal sengaja dibuat dadakan menggunakan cobek ukuran besar dangan campuran, terasi, cabe rawit, dan ranti, rumpun tomat yang berkerut, memiliki banyak biji, dan rasa asam dan menghasilkan rasa yang segar.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

"Setiap pembeli biasanya suka minum yang dingin-dingin tapi kalau saran saya untuk mengurangi rasa pedas minumnya yang anget-anget," kata ibu dua anak itu.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.