Kamis, 18 Jun 2026 20:22 WIB

Nasihat Gerindra Jatim untuk Pemrov di Tengah Pelonggaran PPKM

Ketua Komisi C DPRD Jatim Hidayat, minta Pemprov Jatim edukasi masyarakat usai pelonggaran PPKM Level 4.
Ketua Komisi C DPRD Jatim Hidayat, minta Pemprov Jatim edukasi masyarakat usai pelonggaran PPKM Level 4.

jatimnow.com - Perpanjangan PPKM level 4 Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021, menyertai beberapa pelonggaran di sejumlah sektor. Diantaranya sektor penerbangan, tempat ibadah, tempat perbelanjaan dan mall, serta perjalanan kereta api jarak jauh.

Terkait hal tersebut, DPRD Jatim meminta agar Pemprov Jatim hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi tentang prokes di tengah aturan pelonggaran tersebut.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Yang penting adalah pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Ketika ada kebijakan pelonggaran, jangan sampai ini dipahami oleh masyarakat bahwa kita sudah selesai, padahal belum," ujar Ketua Komisi C DPRD Jatim, Hidayat, Jum'at (13/8/2021).

Untuk tempat ibadah, kapasitas jamaah dibatasi hanya 25 persen. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan yang mulai buka di 4 kota besar di Pulau Jawa, diantaranya Bandung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Pelonggaran ini merupakan angin segar bagi geliat ekonomi masyarakat Jawa Timur. Namun, masyarakat tidak boleh lengah dengan protokol kesehatan dan Pemprov harus hadir untuk memberi edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Jadi ini butuh adaptasi ketika lonjakan tinggi, kemudian sekarang menurun, butuh adaptasi. Nah adaptasi ini butuh edukasi," tegasnya.

Masih menurut Hidayat, Ia sering kali mendapat keluhan dari masyarakat tentang kurangnya fasilitas kesehatan. Mulai penolakan pasien Covid-19 hingga bantuan permakanan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman.

"Masyarakat merasa tidak dibantu oleh pemerintah, tidak terfasilitasi, banyak puskesmas yang lepas tangan," ungkapnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Sementara, isu tidak validnya data Covid-19 muncul di masyarakat. Krisis kepercayaan kepada pemerintah pun mulai tumbuh.

"Ini harus segera ditangani. Kita hari ini melihat 3T (treatment, tracing, testing) belum maksimal. Edukasi kepada masyarakat juga belum maksimal, sehingga orang merasa bahwa hari ini Pemerintah Provinsi kurang serius menangani soal Covid terutama yang ramai terjadi soal isoman, datanya tidak valid," jelas Hidayat.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.