Rabu, 17 Jun 2026 14:24 WIB

Peluncuran AMSI Crisis Center Covid-19 dan Edukasi Bagi Pekerja Media

  • Penulis :
  • | Selasa, 27 Jul 2021 21:58 WIB
Peluncuran AMSI Crisis Center Covid-19 dan diskusi publik bertajuk "Edukasi Penanganan Covid-19 Bagi Pekerja Media"
Peluncuran AMSI Crisis Center Covid-19 dan diskusi publik bertajuk "Edukasi Penanganan Covid-19 Bagi Pekerja Media"

jatimnow.com - Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di kalangan pekerja media dan keluarga, menggerakkan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) membentuk AMSI Crisis Center Covid-19.

Peluncuran AMSI Crisis Center dilaksanakan Selasa (27/7/2021), bersamaan dengan diskusi publik bertajuk "Edukasi Penanganan Covid-19 Bagi Pekerja Media". Media merupakan salah satu sektor esensial yang tidak bisa berhenti saat kondisi bencana, termasuk Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan GAVI, Siap Donasi USD30 Juta

Koordinator Utama AMSI Crisis Center Covid-19 Upi Asmaradhana menyampaikan, Tim Crisis Center dibentuk sebagai respon dari meningkatnya jumlah pekerja media yang terpapar Covid-19.

"Tim ini akan memberikan edukasi (preventif) pada anggota yang terpapar agar cepat pulih, dengan harapan menurunkan angka fatalitas dan ke depan tidak ada lagi anggota yang terpapar. Ini adalah upaya di tengah keterbatasan kondisi saat ini," kata Upi.

Sementara Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut menambahkan, Tim Crisis Center ini berupaya membantu anggota.

"Kami ini membantu pekerja media yang bingung saat awal terpapar, baik dari aspek medis, psikologi dan lain-lain sehingga membutuhkan kolaborasi dengan para ahli," ujarnya.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh saat membuka sekaligus meluncurkan AMSI Crisis Center Covid-19 menyampaikan bahwa pembentukan AMSI Crisis Center adalah langkah riil.

"Dewan Pers menyampaikan penghargaan atas upaya untuk meringankan beban (pekerja media) ini," ujarnya.

Nuh menyampaikan saat kondisi turbulensi Covid-19 diperlukan upaya-upaya bersama yang tepat sesuai kasus yang dihadapi.

"Diperlukan inovasi atau terobosan baru untuk menyelesaikan masalah baru (Covid-19), yang saat ini masih menjadi misteri ini. Perlu pendekatan multisektor, dilakukan bersama-sama didasari empati. AMSI Crisis Center-19 ini adalah bentuk empati," tambahnya.

Panelis yang diskusi yang hadir dalam diskusi ini adalah dr. Adib Khumaidi (Ketua Terpilih PB IDI & Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia), Sani Budiantini Hermawan (Psikolog Sadari.id) dan dr. Widjanarko Brotosaputro (Direktur Pyridam Farma) serta Dr. dr. Lia G. Partakusuma (Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia-PERSI).

Adib Khumaidi dalam diskusi virtual ini menyampaikan, konsep yang dibuat AMSI sejalan dengan yang akan didorong IDI, yaitu penguatan civil society untuk menjaga anggota komunitas dari risiko paparan, sakit dan mengurangi tingkat keparahan dan meninggal.

"Dari IDI kami siap mendukung agar pekerja media tetap sehat melalui telemedicine atau konsultasi. Karena virus ini akan terus bermutasi, yang bisa diintervensi adalah lingkungan dan orang-orangnya, dengan membuat aturan (standar operasional prosedure/SOP) untuk mengurangi risiko paparan," ujarnya.

Sani Budiantini Hermawan menambahkan, menjaga kesehatan mental pekerja media perlu sebagai upaya pencegahan atau terapi untuk pasien Covid-19.

"Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan rasa tidak sanggup menghadapi kondisi ini. Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan oleh profesional atau orang-orang di lingkungannya dengan teknik yang baik," papar dia.

Baca Juga: Bank Jatim Terima Penghargaan Jatim Bangkit Awards, Supporting Pemulihan Dampak Pandemi

Sedangkan Widjanarko Brotosaputro mengingatkan konsumsi obat-obat perlu dilakukan dengan hati-hati sesuai dengan petunjuk dokter dan kondisi pasien.

"Termasuk mengkonsumsi vitamin tidak boleh berlebihan, perlu konsultasi dengan dokter atau apoteker. Jangan sampai karena takut COVID-1 kemudian mengkonsumsi obat-obat atau vitamin tanpa memperhatikan peruntukannya atau minum di luar takaran dosis. Apalagi jika mengkonsumsi antibiotik atau antivirus perlu hati-hati," beber dia.

Lia G. Partakusuma menyampaikan kehadiran komunitas dalam penanganan Covid-19 sangat diperlukan.

"Karena kita tidak bisa sendirian," ucapnya.

Saat ini dari 3084 rumah sakit, 989 rumah sakit ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Penambahan tempat tidur dari bulan Mei hingga 25 Juli telah naik tiga kali lipat menjadi 127.045 tempat tidur.

"Tapi penambahan fasilitas (ruang isolasi khusus pasien Covid-19) tidak bisa naik cepat sejumlah tempat tidur," ujarnya.

Lia menyebut bahwa jumlah keterisian tempat tidur mulai naik di berbagai tempat. Karena pasien yang datang ke rumah sakit dalam kondisi berat dan kritis.

Baca Juga: Kontribusi Petrokimia Gresik Mendukung Jatim Bangkit Mendapat Apresiasi

"Karena itu penting bantuan dari komunitas untuk menekan melalui edukasi 3M untuk memutuskan rantai penularan. AMSI Crisis Center Covid-19 sangat penting, jika diperlukan membentuk command center," katanya.

AMSI Crisis Center Covid-19 dipimpin koordinator utama yaitu Upi Asmaradhana (CEO KGI Network), dengan melibatkan pengurus AMSI pusat dan daerah, serta para ahli di bidangnya masing-masing, mulai dokter, psikolog hingga agamawan.

Dokter yang telah menyatakan kesediaannya yaitu dr. Tonang Dwi Ardyanto (Direktur RS Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta), dr. Khoirul Hadi (Dokter spesialis di Solo dan sekaligus penyintas Covid-19).

Juga dr. Adib Khumaidi (Ketua Terpilih PB IDI & Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia), dr. Mahesa Paranadipa Maikel (Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI & Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia) dan dr. Ulul Albab (Sekjen POGI JAYA).

Sementara psikolog yang menyatakan mendukung tim ini adalah Susatyo Yuwono (Ketua HIMPSI Solo), Tim Psikolog Sadari.id, Elok Farida Husnawati (HRD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Lalu dari kelompok swasta yang bersedia memberikan dukungan adalah Pyridam Farma dan jaringan Siloam Hospitals Group.

"Saat ini Tim Crisis Center terus menjajaki kerja sama dengan pihak-pihak lainnya," tutup Koordinator Utama AMSI Crisis Center Covid-19, Upi Asmaradhana.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.