Sabtu, 20 Jun 2026 07:20 WIB

Pengusaha Muda Surabaya Ini Sebut Kreatifitas Jadi Kunci Bisnis di Masa Pandemi

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 24 Jul 2021 13:01 WIB

jatimnow.com - William Kevin Yudianto, pengusaha muda di Surabaya merasa prihatin dengan terhentinya sebagian aktifitas perekonomian di masa Pandemi Covid-19.

Jika pun tak berhenti, para pelaku usaha konvensional nampak terseok untuk bisa bertahan mengikuti kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang menyusul kasus Covid-19 yang kian melonjak.

Dampak buruknya pun lebih terasa dibanding awal pandemi, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.

"Pandemi ini, faktanya memang membuat sebagian besar orang dalam ketakutan dan keresahan. Selain menyangkut kesehatan, di sisi lain masalah perekonomian juga muncul terutama bagi kaum menengah ke bawah," kata Kevin, Sabtu (24/7/2021).

Meski melihat dampak Pandemi Covid-19 itu memiliki sisi buruk, Kevin justru mengingatkan bahwa selalu ada hikmah dibalik peristiwa.

Soal kesehatan, selama tetap menjaga protokol kesehatan dan tetap patuh kebijakan pemerintah, masyarakat tetap bisa produktif meski di rumah saja.

"Ini soal prespektif. Kalau kita melihat sisi buruknya saja, maka lambat laun pasti akan terpuruk. Sementara kita dikaruniai akal, pikiran, intuisi dari Tuhan untuk bisa kita manfaatkan menjadi sebuah kreatifitas yang menghasilkan," tuturnya.

Ya, bagi pemuda 27 tahun yang kini sukses berbisnis likuid vape itu, kreatifitas adalah kunci untuk keluar dari belenggu pandemi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Terutama buat milenial ya. Saat ini mungkin sektor konvensional sedang mengalami krisis. Namun jangan salah, era digital saat ini begitu banyak peluang. Semua tetap bisa dilakukan meski di rumah saja," jelasnya.

Kevin menyebut, peluang itu hampir setiap saat bisa kita temui asal telaten dan jeli melihatnya.

Ia yang dilahirkan dari keluarga sederhana, bisa membangun sebuah bisnis dengan mempekerjakan puluhan karyawan di industri vape dan industri kreatif miliknya saat ini.

"Keluarga saya bukan keluarga yang kaya raya. Itulah yang membuat saya semangat untuk survive," ujar dia.

Sebelum menggeluti dunia vape, Kevin pernah mencoba berbagai usaha sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Seperti berjualan binder, bulpoin, obat pelangsing hingga beternak anjing pernah ia geluti meski akhirnya tak semua berhasil.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Di tahun 2012, penggunaan vape di Indonesia dilihatnya sebagai peluang. Mulanya ia menjual device vape dan beralih membuat industri likuid hingga saat ini.

"Semua ini proses kreatif. Bagaimana kemudian menggunakan desain, mempromosikan melalui platform digital selain itu di YouTube juga bisa jadi ajang promosi sekaligus mendapat pundi dari adsense. Saya rasa di era saat ini, kreatifitas tidak akan pernah habis jika orang tidak bermalas-malasan," paparnya.

Kevin adalah seorang pemuda yang tak lalai pada asalnya. Setidaknya puluhan karyawan itu berada di lingkaran pertemanannya sejak ia kecil. Bahkan, perusahaan bernama Riot yang diinisiasi olehnya itu merupakan perusahaan bersama dengan sebagian sahamnya dimiliki oleh teman-temannya.

"Bagi saya, keluarga dan teman adalah ruh. Saya berpikir kalau saya bisa maju, sekeliling saya juga harus terima manfaat. Maju bersama. Berkembang bersama. Karena proses kreatif itu lebih mudah dilakukan ketika kita ada sparing partnernya," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.