Minggu, 14 Jun 2026 20:51 WIB

Hati-Hati! Marak Penipuan Modus Pesan Ojek Offline, Ini Kronologisnya

  • Penulis :
  • | Rabu, 13 Jun 2018 19:04 WIB
Ilustrasi maling./Foto: Dokumen jatimnow.com.
Ilustrasi maling./Foto: Dokumen jatimnow.com.

jatimnow.com - Dalam bulan Mei ramadan tahun ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendapat PR (pekerjaan rumah) untuk mengungkap dua kasus penipuan.

Sebab, sudah ada dua driver ojek online (ojol) melapor, menyusul raibnya motor keduanya dibawa pelaku.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Awalnya kami dipesan oleh pelaku, secara offline dengan fee cukup tinggi," aku Sugeng dan Sumarsono, korban, saat ditemui di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (13/6/2018).

Dua korban (Sugeng dan Sumarsono) itu bernama lengkap Sugeng Riyanto (42) warga asal warga, Desa Deyeng, Ringinrejo, Kediri yang sehari-hari tinggal di Waru Sidoarjo serta Sumarsono (44) warga Kendangsari Gang 2/9 Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

Keduanya ternyata menjadi korban penipuan dengan modus yang sama. Yaitu diorder pelaku dengan sistem offline kemudian motornya dibawa kabur.

"Sehari, untuk offline, kami diberi upah Rp 400 ribu. Namun pada hari kedua, motor kami malah dibawa kabur," beber Sugeng.

Sugeng yaang menjadi korban pertama mengatakan, saat itu dirinya melintas di kawasan Waru Sidoarjo. Tiba-tiba dihentikan oleh pelaku yang berdiri di pinggir jalan.

Pelaku kemudian minta diantar secara offline dengan dalih akan mencari rumah di kawasan Sidoarjo. Setelah selesai, pelaku memberikan upah Rp 400 ribu kepada Sugeng.

"Hari kedua saya ditelpon lagi dan dia (pelaku) minta diantar lagi secara offline," sambung Sugeng.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Keesokan harinya, pelaku meminta Sugeng untuk mengantarkannya dengan rute mulai KBS hingga ke Jalan Tanjung Sadari.

Tepat di depan Minimarket jalan tersebut, pelaku berpura-pura meminjam motor Sugeng dengan alasan akan membeli paket data.

Sugeng yang sudah terlanjur percaya, melepas motornya. Tapi ditunggu sekian lama, pelaku tak kunjung kembali.

"Saya tunggu sampai malam nggak datang-datang. Saya telepon sudah nggak aktif lagi," bebernya.

Cerita yang sama juga menimpa Sumarsono. Namun bedanya, motor Sumarsono dibawa kabur pelaku di Jalan Rajawali Surabaya. Sugeng kehilangan motor Beat, sedangkan Sumarsono kehilangan motor Vario.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Tinton Yudha Riambodo membenarkan jika pihaknya tengah menangani kasus tersebut.

Namun upaya untuk menangkap pelaku belum membuahkan hasil. "Kami masih bekerja. Doakan saja. Sampai sekarang, total sudah 3 korban yang melapor. Dan kasus ini sudah menjadi atensi pimpinan," tutup Tinton.

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.