Senin, 22 Jun 2026 07:54 WIB

Covid-19 Masih Mengancam, Warga Serbu Penjual Degan Hijau di Surabaya

Salah satu penjual degan hijau di kawasan Manyar Sabrangan, Surabaya
Salah satu penjual degan hijau di kawasan Manyar Sabrangan, Surabaya

jatimnow.com - Maraknya informasi yang menyebut bahwa air degan hijau bisa menambah imunitas agar tidak mudah terkena Covid-19, membuat omzet para penjual degan hijau di Surabaya meningkat.

Seperti di kawasan Manyar Sabrangan, Surabaya. Di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang, kawasan yang dikenal sebagai sentra penjual kelapa muda ini ramai didatangi warga untuk memburu degan hijau.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Salah satu penjual bernama Lukman Hidayatullah (27) mengatakan, di tengah menurunnya perekonomian masyarakat secara umum, dirinya jusrtu kebanjiran rezeki. Dalam sehari, Hidayat mampu menjual sekitar 500 degan hijau yang ia datangkan langsung dari Lumajang.

"Biasanya kita sekali kulak (order) satu pikap isi 500 degan hijau. Order dari Lumajang. Dulu (saat PSBB dan PPKM Mikro) biasanya dua sampai tiga hari baru habis, sejak buka jam 08.00 sampai 20.00 WIB. Sekarang setengah hari sudah habis," ungkapnya, Jumat (9/7/2021).

Seiring meningkatnya jumlah permintaan, harga yang dibandrol juga meningkat. Hidayat mengaku, peningkatan harga degan hijau itu mengikuti harga dari pemasok, bukan karena semakin diburu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dicari seminggu terakhir, kita jualnya Rp 35 ribu per biji. Kulaknya naik terus dari sananya (pemasok). Biasanya sebelum Covid-19, Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per biji. Nggak tau kalau di tempat lain. Kalau degan biasa Rp 8 ribu per gelas, kalau utuh Rp 15 ribu," papar dia.

Sementara rekannya, Hendy juga menuturkan, dalam beberapa hari terakhir, puluhan hingga ratusan orang silih berganti mencari degan hijau.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sehari ratusan orang ke sini, mereka bergiliran cari degan hijau. Pernah ada yang borong sampai puluhan biji, biasanya dari kerja kantoran. Kalau konsumen yang pernah datang ke sini dari Gresik, Sidoarjo sampai Tanjung Perak. Katanya mereka pas beli ke sini di daerah sana sudah nggak ada," tuturnya.

Meski dibanjiri pembeli, Hendy mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mereka juga mengikuti regulasi PPKM Darurat, mulai dari jam buka hingga meniadakan minum di tampat atau hanya melayani take away.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.