Kamis, 18 Jun 2026 03:30 WIB

Diserahkan ke Kemensos, Risma Beri "Hadiah" Anak Korban Pelaku Bom

Wali Kota Risma seusai mengikuti proses penyerahan anak-anak korban pelaku bom di RS Bhayangkara/Foto: Arry Saputra
Wali Kota Risma seusai mengikuti proses penyerahan anak-anak korban pelaku bom di RS Bhayangkara/Foto: Arry Saputra

jatimnow.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi dan menyaksikan penyerahan anak korban pelaku bom kepada Kemensos RI. Penyerahan itu dilakukan di RS Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (12/6/2018).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menuturkan salah satu korban anak pelaku bom yang diserahkan kepada Kemensos itu ternyata adalah anak yang berprestasi.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Tadi waktu menjenguk anak-anak, mereka cerita macam-macam, ternyata ada yang juara pencak silat Jawa Timur,” kata Wali Kota Risma seusai proses penyerahan anak pelaku bom.

Menurut Wali Kota Risma, kondisi anak korban pelaku bom itu perkembangannya sangat baik, sebagian besar sudah mulai ceria.

Baca juga: Polda Jatim Serahkan Tujuh Anak Korban Pelaku Bom ke Kemensos

Bahkan, Risma mengaku sempat memberikan "hadiah" kepada anak-anak itu. Hadiah itu berupa buku. Sayangnya, tidak disebutkan lebih detail buku apa yang diberikan kepada anak-anak itu.

"Kondisinya sekarang sudah ceria, walaupun ada salah satu yang tangannya patah. Tadi saya juga kasih buku ke anak-anak tersebut," ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa sulit untuk melakukan penanganan terkait keamanan bagi anak-anak itu.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Makanya, Polda Jatim menyerahkannya kepada Kemensos RI yang lebih mampu untuk menangani dan memfasilitasi dengan lengkap.

"Ini nanti diserahkan ke Kemensos. Terus terang juga berat. Ini sudah diserahkan oleh Pak Kapolda. Nanti kita lihat perkembangannya. Karena neneknya masih ada, kalau bisa kembali ke keluarganya. Neneknya ikut kesana menemani juga," ujar Risma.

Baca juga: Pascabom Surabaya, Kapolda: 29 Terduga Teroris Ditangkap di Jatim

Wali Kota Risma menambahkan bahwa anak-anak itu perlu dicarikan psikolog yang paham agama, sehingga mereka bisa diajari dengan dalil dan mereka bisa menerima pemahaman tentang radikalisme.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

“Saya harap anak-anak ini bisa tumbuh normal, bisa bermain, bisa belajar dan bertemu lagi dengan teman-temannya,” pungkasnya.

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.