Senin, 15 Jun 2026 03:24 WIB

Heboh, Warga Tambaksari Tangkap Ular Sanca Berukuran 4 Meter

Warga berfoto dengan ular sanca yang baru ditemukan/Foto: Fahrizal Tito
Warga berfoto dengan ular sanca yang baru ditemukan/Foto: Fahrizal Tito

jatimnow.com - Warga Jalan Kedung Tarukan, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya dihebohkan dengan penemuan seekor ular sanca berukuran empat meter di bantaran kali, Selasa (12/6/2018) dini hari.

Awalnya, ular bermotif batik berdiameter 10 cm itu diketahui Rifan (54) yang hendak nongkrong di bantaran kali sekitar pukul 00.30 Wib. Saat itu, ia mendengar suara gemericik seperti ikan yang sedang melintas.

Baca Juga: Heboh Ular Sanca Lilit Mesin Mobil TNI di Bangkalan

Namun begitu dilihat, ia kaget dan sontak berteriak karena ternyata yang dilihatnya itu seekor ular sanca.

"Saya kaget, terus teriak. Dan orang-orang yang di warung terdengar akhirnya berbondong-bondong melihat ular itu," ujar Rifan.

Kehebohan itu juga memantik warga sekitar yang ingin memfoto ular itu. Warga pun gaduh, sehingga ular itu kabur dan masuk ke dalam lubang drainase yang ada di bantaran sungai penghubung Kali Kepiting dan sungai Tambang Boyo itu.

Rasa penasaran warga pun kian tak terhenti. Warga pun terus mencari ular itu karena tidak ingin ada sesuatu yang terjadi dikemudian hari. Rifan dan warga yang mencari itu akhirnya menemukan persembunyian ular sanca itu.

Saat penangkapan yang dilakukan warga pun cukup dramatis, pasalnya di dalam drainase ternyata banyak bebatuan dan akar pohon yang membikin ular sanca itu lebih lama bertahan di dalam lubang drainase.

Baca Juga: Ular Sanca Kembang Penghuni Rumah Kosong Ditangkap, Sering Memangsa Ternak

Sebelum mengevakuasi, Rifan bersama para warga membawa peralatan seperti palu dan linggis untuk bisa memperlebar lubang drainase itu.

"Lha, itu ekornya terlihat di lubang drainase. Namun, di dalam drainase ularnya malah melilit akar pohon dan akan masuk lagi, di bawah plengsengan," ungkapnya.

Selain itu, ia punya cara untuk mencari buruannya. Selain memperlebar lubang persembunyian ular itu, kemudian lubang di sulut api secara pelan-pelan agar ularnya lemas dan mudah di tarik.

"Ambil kertas dan api, dimasuki pelan-pelan. Kalau agak lemas ekornya langsung ditarik," jelas Rifan.

Baca Juga: King Kobra 3 Meter Gegerkan Warga di Trenggalek, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Proses penangkapan yang dilakukan malam hari ini juga berlangsung menegangkan. Hampir 3 Jam, para pemburu ular ini sempat diliputi rasa was-was.

Akhirnya, ular tersebut berhasil dievakuasi hingga pukul 03:40 Wib, kemudian warga membawanya ke Balai untuk di amankan sementara.

"Evakuasi selama tiga jam itu akhirnya membuahkan hasil dan ular tersebut berhasil di seret keluar. Ya mungkin kita kurung di sini dulu, siapa tahu ular ini peliharaan orang," pungkasnya.

Reporter Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.