Selasa, 16 Jun 2026 09:38 WIB

Sinergi ACT dan MUI dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa

jatimnow.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai bagian dari umat berkontribusi dengan ulama membawa amanat untuk membangun peradaban bangsa melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).

ACT yang berada di bawah pengayoman MUI dalam aktualisasi program-program kemanusiaan di bidang pangan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan untuk membangun dan menyejahterakan bangsa melakukan penandatanganan MoU di Jakarta.

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sinergi ulama untuk kesejahteraan dan keberkahan bangsa dan negara itu untuk kerja sama dalam bidang pangan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, dilangsungkan di Jakarta.

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin mengatakan kesepakatan yang dilakukan hari ini merupakan kesepakatan umum.

MUI, sebagai lembaga negara berfokus pada pengayoman umat dengan ACT sebagai organisasi kemanusiaan umat Islam, saling terpanggil dalam melakukan kolaborasi agar peran umat Islam dalam agenda kemanusiaan yang bersifat masif dan akan diwujudkan dalam program-program konkret.

Program-program itu antara lain wakaf. Saat ini, ada sejumlah program wakaf yang telah dilakukan bersama MUI salah satunya di bidang pangan.

"Mengapa pangan? Dampak pandemi yang paling signifikan secara global adalah pangan. Kami merancang program pangan sampai hilir, hulu wakaf pangan produktif, wakaf sawah produktif. Kini yang tengah kami lakukan adalah membantu permodalan petani," terangnya dalam siaran pers ke redaksi, Rabu (23/6/2021).

"Di satu sisi, kami juga sedang menggarap air minum wakaf gratis, yang mana dari pabrik air mineral yang kami beli lalu kami bagikan kepada masyarakat secara gratis," imbuhnya.

Ia melanjutkan, sinergi antara ACT (umat) dan MUI (ulama) telah terjalin lama.

Baca Juga: MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Usai Kematian Ali Khamenei

Di antaranya sinergi mengecam penyerangan Israel terhadap Palestina dan sinergi dalam penyediaan pangan, melalui panen raya sawah wakaf pertama di Jawa Timur beberapa waktu lalu. Saat ini sinergi yang dilakukan semakin besar dan akan semakin masif.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI, Dr H Amirsyah Tambunan MA mengatakan bangsa Indonesia saat ini membutuhkan bantuan semua pihak dalam rangka mengatasi Pandemi Covid-19.

Menurut Amirsyah, umat harus tansiqul haraqah (gerakan terkoordinir) dan taswiyatul manhaj (penyamaan pola pikir).

"Kami memberikan apresiasi kepada ACT yang sudah teruji track recordnya. Semoga MOU hari ini bisa kita tindaklanjuti semoga Pandemi Covid tidak berdampak pada pandemi ekonomi. Semoga kerja sama ini bisa berlangsung dengan baik," kata Amirsyah.

Baca Juga: MUI Haramkan Buang Sampah ke Sungai, BRUIN: Harus Sasar Produsen Plastik

Ia menambahkan, salah satu langkah yang harus dilakukan MUI dan ACT adalah membantu bangsa dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pangan.

"Pendidikan menjadi perhatian kami yang sangat serius. Anak-anak kita di rumah kecanduan gadget. Melalui pendidikan, kita harus mencerdaskan harus mencerahkan. Begitu pun kesehatan, umat sehat, bangsa kuat. Selain itu, kita harus memutus mata rantai tengkulak. Kami berharap kolaborasi dengan ini dapat memenuhi kebutuhan umat," jelasnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat MUI KH Miftachul Akhyar menjelaskan kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk dakwah MUI dan ACT.

"Ini langkah yang cerdas, yang mana ACT selalu menyediakan tempat bagi umat yang membutuhkan. Kita terus mengisinya dengan gerakan-gerakan umat. Bagi kami, ini sekaligus dakwah. Mudah-mudahan, ACT bisa terus bekerja sama dengan MUI. Saya terima kasih kepada ACT semoga semua ini bernilai ganda dan semoga ACT terus keberkahan dan semakin maju dan MUI menjadi pengayom umat," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.