Kamis, 18 Jun 2026 11:57 WIB

PTM SMA/SMK di Bangkalan, Dindik Jatim Tunggu Persetujuan Gugus Tugas Covid

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah (foto dokumen)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah (foto dokumen)

jatimnow.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim dalam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk jenjang SMA/SMK di Bangkalan pada Juli mendatang akan menunggu persetujuan Gugus Tugas Covid-19 setempat.

"Untuk Bangkalan boleh (menggelar PTM terbatas). Tapi kita tetap meminta persetujuan dari gugus tugas Covid -19. Jika tidak memberikan rekomendasi ya tidak bisa menggelar PTM dan melanjutkan pembelajaran daring," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Kadindik Jatim Ingatkan Guru dan Murid Rayakan Lebaran dengan Aman

Wahid mengatakan jika seluruh SMA/SMK di Jawa Timur telah menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan PTM terbatas. Mulai dari sarana prasaran hingga vaksinasi guru.

Targetnya, Bulan Juni ini semua guru dan tenaga pendidikan SMA/SMK telah divaksin kedua. Sehingga, proses belajar mengajar tahun ajaran 2021/2022 diharapkan bisa dilaksanakan dengan sekolah tatap muka terbatas.

"Untuk melaksanakan PTM ini, guru dan tenaga pendidik harus vaksin dua kali. Ini sedang diselesaikan Dinkes (Dinas Kesehatan)," ujarnya.

Menurut Wahid, pihaknya juga telah menyiapkan dua model pembelajaran. Yakni, guru fokus pada pembelajaran tatap muka dan bahan ajar yang akan dikirim ke siswa yang memilih belajar dari rumah.

Baca Juga: Pelaksanaan TKA Serentak di Jatim Berjalan Lancar

"Atau kedua, guru mengajar di kelas bisa diikuti siswa yang di rumah dengan sistem interaktif. Ini idealnya. Namun, untuk semantara ini bahan ajar dikirim kepada siswa," kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur itu.

Secara teknis dalam pelaksanaan PTM terbatas, maksimal pembelajaran di SMA/SMK hanya diperbolehkan selama 4 jam, dengan istirahat selama 15 menit dan tetap didalam kelas.

Sementara untuk kapasitas jumlah siswa setiap kelasnya, Wahid menyebut jika hal tersebut disesuaikan berdasarkan zona di kecamatan sekolah berada.

Baca Juga: SMA Awards 2025 Sabet Rekor MURI, Khofifah: Ini Bisa Jadi Referensi Nasional

"Jika dalam kecamatan sekolah A masih merah, maka sekolah akan menyelenggarakan pembelajaran dari rumah atau daring. Jika kecamatan berwarna oranye, maka 25 persen kapasitas siswa tiap kelas. Dan jika kecamatan berwarna kuning maka kapasitas siswa hingga 50 persen atau maksimal 18 orang," pungkasnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.