Rabu, 17 Jun 2026 03:14 WIB

Mahasiswa UMsurabaya Berpakaian Sakera Blusukan Kampung Ajak Warga Taat Prokes

Para mahasiswa FIK UMSurabaya memberikan edukasi prokes ke warga pesisir Sukolilo
Para mahasiswa FIK UMSurabaya memberikan edukasi prokes ke warga pesisir Sukolilo

jatimnow.com - Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) turun ke perkampungan pesisir memberikan edukasi kreatif kepada warga terkait protokol kesehatan (prokes), Selasa (15/6/2021).

Edukasi kreatif di perkampungan pesisir Sukolilo, Surabaya itu mereka lakukan menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Edukasi itu menyuguhkan penampilan yang unik. Beberapa mahasiswa mengenakan pakaian sakera dengan berbahasa Madura berkeliling dan menghampiri warga yang tidak mengenakan masker.

Mereka memberikan edukasi dibantu dengan alat peraga berupa poster edukatif dan video pencegahan Covid-19 lengkap berbahasa Madura. Mereka juga membagikan 1000 masker dan handsanitizer. Adapun kalimat yang tertulis di poster salah satunya 'cek kaloppaeh angguy masker' yang artinya jangan lupa pakai masker.

Iqbal, salah satu mahasiswa menjelaskan bahwa aksi yang digagas FIK UMSurabaya ini bertujuan agar masyarakat Madura yang tinggal di perkampungan pesisir Sukolilo, Surabaya lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.

"Kegiatan ini sebagai bentuk keperdulian mahasiswa terhadap masyarakat, agar masyarakat tetap semangat dan taat untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam kehidupannya sehari-hari," jelas Iqbal.

Iqbal yang berperan menjadi Sakera mengungkapkan, para mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini rata-rata merupakan mahasiswa yang berasal dari Madura, yang memilih menetap di Surabaya. Mereka berharap kasus Covid-19 dapat segera teratasi dan Indonesia kembali sehat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sakera merupakan tokoh pejuang Madura yang berjasa melawan Belanda pada zaman penjajahan. Namun berbeda dengan Sakera zaman penjajahan, karena Sakera di sini digambarkan sebagai tokoh yang gigih dan berani berjuang melawan Covid-19. Kini saatnya seluruh masyarakat berperan menjadi Sakera," ungkapnya.

Sementara Dekan FIK UMSurabaya, Dr. Nur Mukarromah sangat mendukung dan mengapresiasi aksi edukasi yang dilakukan para mahasiswa FIK tersebut.

"Mahasiswa sejatinya merupakan agen of change yang menjadi penggerak dalam mencerdaskan dan mengedukasi masyarakat," tutur Nur Mukarromah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara salah seorang warga bernama Muslimah mengaku senang ketika didatangi para mahasiswa. Dia mengatakan bahwa sosialisasi atau kampanye seperti ini memang harus dilakukan untuk mengubah persepsi masyarakat yang tidak percaya Covid-19.

"Warga di sini itu enggak suka kalau dipaksa-paksa. Jadi harus diberi penjelasan yang pelan-pelan, apalagi sama anak muda," ucap Muslimah.

Para mahasiswa FIK UMSurabaya memberikan edukasi prokes ke warga pesisir SukoliloPara mahasiswa FIK UMSurabaya memberikan edukasi prokes ke warga pesisir Sukolilo

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.