Kamis, 18 Jun 2026 06:15 WIB

Pakar Imunologi Unair: Orang Divaksin Bisa Kembali Tertular Varian Baru Covid

Pakar Imunologi Unair, Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo
Pakar Imunologi Unair, Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo

jatimnow.com - Sejumlah pakar menduga meninggalnya tiga tenaga kesehatan (nakes) di Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena terpapar Varian baru Sars-CoV-2, yaitu Varian B117 atau yang kini disebut Alpha dan B1351 atau Beta.

Benarkah varian baru tersebut mampu menginfeksi meski seseorang telah divaksinasi?

Baca Juga: Ribuan Nakes di Banyuwangi Siaga selama Libur Lebaran

Pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo mengungkapkan seseorang dapat mengalami proses re-infeksi meski telah divaksin.

Hal itu timbul karena beberapa sebab. Pertama, dikarenakan produk antibodi yang dihasilkan oleh vaksinasi masih belum tinggi.

Alhasil, tubuh tidak mampu melakukan netralisasi virus yang masuk sehingga virus menyebar dan menghasilkan penyakit.

"Pada beberapa kasus, walaupun sedikit, bisa terjadi re-infeksi pada Varian Alpha. Begitu pula dengan Varian Beta yang dapat menimbulkan re-infeksi juga walaupun tidak tinggi," terang Dr Agung dalam siaran pers ke redaksi, Selasa (15/6/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unair ini menjelaskan pada orang tertentu kemungkinan antibodi memang tidak dihasilkan terlalu tinggi. Sehingga yang terjadi virus dapat bertahan dan menimbulkan infeksi.

Agung memaparkan bahwa Hongkong dan beberapa negara Eropa serta Amerika menemukan bahwa ternyata virus yang menginfeksi setelah vaksinasi atau re-infeksi adalah virus yang berbeda varian. Menurutnya hal itu memungkinkan terjadinya proses re-infeksi.

Baca Juga: Nakes dan Linmas Disiagkan di Seluruh TPS pada Pilkada Surabaya 2024

"Meski sudah divaksin, karena corona virus-nya beda varian, maka bisa terjadi proses re-infeksi tadi," tambahnya.

Terkait efikasi vaksin pada varian baru, Agung menyampaikan bahwa secara umum Varian Alpha dapat dinetralisir terhadap hampir semua vaksin.

Sedangkan pada Varian Beta, banyak vaksin mengalami proses penurunan efikasi.

"Beberapa waktu yang lalu, WHO sudah merilis laporan riset tentang efikasi vaksin dari berbagai vaksin yang ada di dunia. WHO menyebutkan bahwa efikasi vaksin beragam antara satu orang dengan yang lain bagaimana responnya terhadap varian tadi,” terang Dewan Pakar Satgas Covid-19 IDI Jatim itu.

Baca Juga: Dinkes Surabaya Siapkan Nakes dan Hotline 24 Jam bagi KPPS yang Sakit

Agung mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir tentang efikasi dari vaksin yang diberikan di Indonesia. Sebab, ia menegaskan, Sinovac masih dapat digunakan pada kedua varian tersebut.

Perlu diketahui, secara epidemiologi, virus yang berasal dari Inggris dan Afrika Selatan itu mampu menyebar dengan cepat sehingga meningkatkan insiden serta menimbulkan kesakitan dan kematian yang tinggi. Agung menyarankan agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

"Sarana dan prasarana perawatan harus ditingkatkan terutama keberadaan ruang isolasi untuk pasien, baik yang perlu diisolasi sebagai OTG ataupun orang yang mengalami sakit Covid mulai dari ringan hingga berat. Serta tidak lupa menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Dimulai dengan menggunakan masker yang benar; cuci tangan; menjaga jarak dengan baik; mobilitas dibatasi. Itu semua tujuannya dalam rangka untuk mencegah proses transmisi virus," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.