Selasa, 16 Jun 2026 13:30 WIB

Pontensi Tsunami 29 Meter di Jatim, Ini 4 Hal yang Harus Dipahami Masyarakat

Rumah rusak terdampak gempa M 6,7 di Malang pada Sabtu (10/4/2021) - (Foto: Dok. jatimnow.com)
Rumah rusak terdampak gempa M 6,7 di Malang pada Sabtu (10/4/2021) - (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa terdapat potensi tsunami 29 meter dipicu gempa magnitudo 8,7 di selatan Jawa Timur. Potensi itu mendapat tanggapan BPBD Jatim dengan meminta masyarakat waspada.

"Pertama masyarakat harus mengenal ancaman di lingkungannya. Kedua masyarakat diperkenalkan cara untuk mengantisipasi, bagaimana cara menyelamatkan diri sebelum menyelamatkan orang lain," ujar Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Jatim, Yanuar Rachmadi kepada jatimnow.com, Kamis (3/5/2021).

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Menurut Yanuar, antisipasi tersebut harus dilakukan karena terdapat zona patahan di perairan selatan Jawa Timur. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi gempa, patahan tersebut akan ikut bergerak dan menimbulkan gelombang air yang cukup besar.

Yanuar menyebut, patahan tersebut tidak hanya ada di Jawa Timur, melainkan di sisi-sisi selatan daerah lainnya.

"Nah Jawa Timur ini punya potensi. Jadi yang namanya potensi ini ada di selatan Jawa Timur, selatan Jawa Barat, selatan Selat Sunda, selatan Jogja, Jawa Tengah. Pokoknya daerah selatan itu ada patahan dan ada potensi gerak daerah selatan itu," jelasnya.

Yanuar menambahkan, ada empat hal yang harus diketahui masyarakat jika bencana itu terjadi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Pertama paham ancaman, kedua paham antisipasi, ketiga paham cara menghindar, keempat paham cara pemulihan," beber dia.

Masyarakat juga diminta untuk segera menyiapkan zona evakuasi darurat yang dekat dengan jangkauan, seperti perbukitan atau kawasan tinggi yang jauh dari pantai.

"Kemudian kalau sarpras (sarana dan prasarana) itu biasanya di pantai itu ada istilah TES (Tempat Evakuasi Sementara) itu untuk jangka pendek. Nah TES ini bisa dari alam, bisa dari buatan," jelas Yanuar.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

"TES alam itu adalah bukit-bukit di sekitar pantai, yang tingginya melebihi dari prediksi ancaman, misal 20 meter, kita harus lebih tinggi 25 hingga 30 meter di atas permukaan laut," sambung dia.

Selain perbukitan, sarana lainnya juga bisa dilakukan di bangunan-bangunan tinggi yang tidak jauh dari pantai maupun jangkauan penduduk.

"Kalau nonalam berupa bangunan. Jadi membuat bangunan tinggi yang melebihi potensi ancaman dan di atasnya untuk penyelamatan diri. Biasanya kalau di tempat wisata ya hotel-hotel itu," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.