Minggu, 21 Jun 2026 10:16 WIB

Sebut Banyak Masalah, Aliansi Pelajar Surabaya Protes Zonasi PPDB SMA-SMK

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 02 Jun 2021 15:28 WIB

jatimnow.com - Aliansi Pelajar Surabaya dan Forum Pemerhati Pendidikan Surabaya menggelar aksi bertajuk 'Zonasi Solu-solu' di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (2/6/2021).

Aksi itu digelar karena mereka mengeluh dengan aturan zonasi yang diberlakukan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2021.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Mereka membawa beberapa poster berisi curhatan seperti, 'PPDB Jatim 2021 Berisi Tangisan' dan 'Zonasi Solusi Solu-solu'.

'Katanya Pemerataan Kok Rasanya Penderitaan', 'Kopiku Sepahit Janji Pemerintah', 'Beri Kami Solusi Bukan Basa-basi' dan 'Buat Kebijakan Buat Kami Jadi Korban'.

Ketua Aliansi Pelajar Indonesia, Mirza menyebut jika PPDB 2021 memunculkan masalah lagi terutama pada jalur zonasi.

Mereka mengaku sudah tidak tahan dengan kebijakan yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini.

"Akibat dasar kalimat pemerataan pendidikan, kami tidak terima. Kami menyerukan tahun 2021 liang lahat jalur zonasi," tegasnya.

Menurutnya, zonasi belum layak diterapkan dengan kondisi yang ada sekarang. Sebab, ada kecamatan yang belum ada sekolah negeri.

Bahkan ada yang menumpuk di satu kecamatan. Hal ini menimbulkan efek yang besar, banyak anak-anak yang tidak lolos.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Teman-teman yang tidak bisa masuk negeri, tidak bisa sekolah," jelas Mirza.

Ia menambahkan bahwa Aliansi Pelajar Surabaya menuntut pemerintah harus melakukan intervensi, bertanggungjawab atas anak-anak yang tidak bisa sekolah.

"Kalau atas dalih pendidikan, ndak usah zonasi-zonasi. Gugurkan saja, kandaskan zonasi tahun ini," tegasnya.

Mirza mengklaim, ada sekitar 3 ribu anak yang masih terombang-ambing nasibnya lantaran tidak diterima di sekolah negeri jalur zonasi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dia juga meminta dukungan Pemprov Jatim untuk mengakhiri zonasi pada PPDB. Kemudian menagih janji Wali Kota Eri Cahyadi untuk membantu para pelajar di Surabaya.

Ia menyebut, bagi yang ekonominya cukup akan mampu untuk lanjut ke sekolah swasta. Sementara yang kurang mampu belum menetukan nasibnya.

"Setiap malam saya di telepon, orangtuanya menangis karena tidak bisa sekolah," tandasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.