Sabtu, 20 Jun 2026 11:31 WIB

Kisah Pendaki Mencapai Puncak Gunung Everest di Tengah Pandemi Covid-19

Pendaki Gunung Everest (Foto: EPA via Republika)
Pendaki Gunung Everest (Foto: EPA via Republika)

jatimnow.com - Dalam beberapa waktu terakhir pencapaian penaklukan Gunung Everest mengalami tren peningkatan meski Pandemi Covid-19 masih berkecamuk.

Melansir Reuters, Senin (31/5), setidaknya ada tiga rekor baru yang dipecahkan oleh para pendaki menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu.

Baca Juga: Nyaris Jadi Korban Gunung Buthak, Begini Kondisi Pendaki Asal Sidoarjo

Misalnya Arthur Muir (75 tahun) yang menjadi pria Amerika tertua mencapai puncak tertinggi dengan ketinggian 8.848,86 meter pada Minggu lalu (23/5).

Lalu ada Tsang Yin-Hung (45) wanita asal Hong Kong yang menjadi pendaki wanita paling cepat mencapai puncak dalam waktu 26 jam saja.

Terakhir ada Zhang Hong (46) pendaki asal China, menjadi pendaki dengan keterbatasan buta pertama di Asia dan ketiga di dunia yang mencapai puncak Everest.

Bagi Arthur, pencapaiannya dilakukan secara tidak sengaja dan sebetulnya tidak merencanakan akan menaklukkan gunung yang berada di perbatasan Nepal dan Tibet itu.

Pada 2019, kakek yang memiliki enam orang cucu itu mengalami patah di bagian pergelangan kakinya sehingga sedari awal tidak merencanakan memecahkan rekor mendaki Gunung Everest.

Ia menyampaikan pengalaman menaklukkan gunung Everest rupanya sangat melelahkan ditambah cuaca yang buruk menyambutnya saat mencapai puncak.

Baca Juga: 2 Pendaki Tersesat di Gunung Klotok Kediri Dievakuasi Tim Wana Rescue

"Sesungguhnya saya terkejut ketika benar-benar sampai disana (puncak Everest). Saya terlalu lelah untuk berdiri, di dalam cuaca yang sangat berangin dan dingin," ujar Arthur.

Ia mengalahkan rekor yang dibuat pria Amerika tertua sebelumnya Bill Burke (67) yang menaklukkan puncak tertinggi Everest pada 2009. Kisah lain datang dari mantan guru asal Hong Kong Tsang Yin-Hung yang menjadikan pendakian ke Gunung Everest sebagai tantangan bagi dirinya sendiri.

Ia mencapai puncak Gunung Everest dengan durasi total 25 jam dan 50 menit setelah berangkat dari titik awal. Durasinya yang terbilang singkat itu, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Jhangmu Lama pada 2017 setelah mendaki gunung dengan durasi 39 jam dan 6 menit.

"Saya merasa lega dan tentunya bahagia karena sedari awal tidak mengejar untuk memecahkan rekor. Saya hanya ingin menantang diri saya sendiri, jadi saya sangat lega karena bisa membuktikan hasilnya baik kepada murid-murid saya maupun kepada teman- teman," kata Tsang.

Baca Juga: Pendaki Gunung Lemongan Alami Hipotermia, Beruntung TRC BPBD Lumajang Gercep

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.