Minggu, 21 Jun 2026 02:11 WIB

Tradisi Ritual saat Gerhana Bulan yang Tak Lekang oleh Zaman di Probolinggo

Supar, salah satu warga di Probolinggo melakukan ritual saat gerhana bulan berlangsung
Supar, salah satu warga di Probolinggo melakukan ritual saat gerhana bulan berlangsung

jatimnow.com - Warga di Probolinggo menggelar doa bersama di tengah terjadinya gerhana bulan total atau super blood moon, Rabu (26/5/2021) malam. Kali ini mereka berdoa agar Covid-19 segera sirna dari muka bumi.

Selain berdoa bersama saat terjadi gerhana bulan, sederat ritual yang memang sudah menjadi tradisi di Probolinggo dilakukan warga. Mereka membunyikan kentongan, membangunkan tanaman atau tumbuh-tumbuhan serta mencuci muka dan menjalankan ibadah Salat Gerhana.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Supar (70), warga Dusun Krajan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo mengaku, sejak zaman dulu, dirinya selalu melakukan tradisi membangunkan tanaman dan tumbuhan dengan sapu lidi.

"Dulu sudah begitu kalau sudah ada gerhana bulan atau bulen gerring, warga secara spontanitas memukul tanam-tanaman dan pepohonan dengan menyebutkan kata, bangun-bangun ada gerhana bulan," ujar Supar.

Supar menyebut bahwa memang untuk gerhana bulan saat ini di Probolinggo tidak seberapa jelas karena tertutup awan.

"Saya nunggu sejak pukul 18.00 WIB, tetapi bulan bisa dilihat sekitar pukul 19.30 WIB," terangnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Setelah gerhana bulan terlihat, Supar dan sejumlah warga berdoa bersama agar Covid-19 yang melanda segera sirna.

"Kita berharap agar Covid-19 segera sirna dan aktivitas warga kembali normal. Karena sudah satu tahun lebih virus ini merongrong warga," ujar Supar sembari memukuli pepohonan di depan rumahnya.

Sementara Nurul (27) warga lainnya mengaku, selain mengikuti tradisi nenek moyang, dia juga melaksanakan salat sunnah.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Saya sudah salat sunnah tadi. Tapi juga tidak meninggalkan tradisi nenek moyang. Saya cuci muka di halaman rumah," tegasnya.

Dia juga berharap agar semua penyakit dan marabahaya bisa dijauhkan dari kehidupannya serta dilancarkan rejekinya.

"Kita kembalikan semua ini kepada Sang Pencipta. Termasuk Covid-19 ini agar segara disirnakan," tambah Nurul.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.