Sabtu, 20 Jun 2026 22:12 WIB

Lewat Teatrikal, Disparta Bersama Polres Batu Ingatkan Prokes & Bahaya Narkoba

Aksi teatrikal untuk sosialisasi prokes Covid-19 dan bahaya narkoba di Kota Batu
Aksi teatrikal untuk sosialisasi prokes Covid-19 dan bahaya narkoba di Kota Batu

jatimnow.com - Dinas Pariwisata (Disparta) bersama Polres Batu menggelar pentas seni teatrikal dalam rangka sosialisasi Covid-19 dan bahaya penyalahgunaan narkoba di Alun-alun Kota Batu, Sabtu (22/5/2021).

Pertunjukan dari Teater Air Kota Batu diperankan 5 orang. Uniknya, ada dua pemain yang diperagakan langsung oleh anggota Satresnarkoba Polres Batu, sehingga total ada 7 pemain yang memainkannya.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Adegan awal ditandai dengan adanya 5 pemain mengitari makam pecandu narkoba sembari menabur bunga. Mereka memakai baju hitam dari kantong plastik dan payung hitam bertuliskan azab Tuhan, pecandu mati sia-sia akibat narkoba.

Kemudian mereka merobek-robek baju plastik sebagai bentuk amarah. Lalu mereka bersenang-senang seperti minum minuman keras dan mengonsumsi narkoba akibat tidak adanya perhatian dari keluarga atau orangtua yang sibuk dengan urusannya sendiri tanpa memperhatikan sang anak gadis.

Selanjutnya, anak tersebut pun meninggal akibat mengkonsumsi narkoba, suara sirine dengan keras membuat pertunjukkan semakin seru. Tiba-tiba ada adegan kejar-kejaran, dua petugas kepolisian mengejar seseorang yang diduga bandar narkoba.

Untung saja bandar tersebut berhasil diringkus oleh petugas dengan aksi yang memukai dengan menjegal dan membekuknya seperti film laga.

Disparta dan Polres Batu menggelar sosialisasi prokes Covid-19 dan bahaya narkoba di Kota Batu dengan teatrikalDisparta dan Polres Batu menggelar sosialisasi prokes Covid-19 dan bahaya narkoba di Kota Batu dengan teatrikal

Setelah diamankan, orangtua dari anaknya yang meninggal akibat narkoba sangat terpukul. Dia berharap waktu bisa berputar kembali untuk memberikan perhatian lebih agar anaknya tidak terjerumus dalam dunia gelap narkoba dan cerita pun selesai diiringi tepuk tangan ratusan penonton.

Baca Juga: Kesal Disalip, Pria di Malang Lempari Mobil dengan Batu

Kasatresnarkoba Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto mengatakan, diseminasi informasi kali ini dikemas dalam pagelaran seni. Kenapa begitu? Sebab lewat sesuatu yang menarik diharapkan ada ingatan yang kuat sebagai bentuk perlindungan diri dari godaan narkoba.

"Tadi menceritakan bahaya narkoba, dan benteng terkuat untuk mencegah adalah keluarga terdekat. Jadi hendaknya orang tua bisa memperhatikan putra-putrinya agar tidak terjerumus karena rata-rata kasus narkoba sejauh ini yang mendominasi yaitu usia-usia produktif. Harus berhati-hati, bahaya laten narkoba masih menjadi momok bagi seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali di Kota Batu yang merupakan daerah jujukan wisatawan," jelas Yussi.

Ke depan, dalam pertunjukan-pertunjukkan seni, pihaknya bakal mengisi dengan sosialisasi yang serupa dengan menggandeng Disparta Kota Batu. Karena ia menilai lewat edukasi yang dikemas dalam suatu pertunjukan teater yang menghibur dan edukatif, dipastikan bisa merubah pemikiran masyarakat sehingga bisa lebih waspada akan bahaya narkoba.

"Sosialiasi bahaya narkoba harus terus digalakkan, sebelumnya secara kontinue bersama BNN Kota Batu kita berkolaborasi turun ke sekolah-sekolah, desa dan rencana ke depan yaitu tempat wisata atau tempat keramaian serta memanfaatkan media sosial," urainya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Sementara Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Sidiq mengatakan jika acara ini merupakan wujud keseriusan dan kolaborasi untuk mencegah bahaya narkoba masuk ke sendi-sendi kehidupan salah satunya dunia wisata.

"Nanti kita akan terus membuat gelaran seni yang diisi dengan sosialisasi bahaya narkoba. Harapan saya ke depan di tempat keramaian lalu pendopo, balai desa dan lain sebagainya bisa dimainkan teater seperti ini," ujar mantan Kadis Lingkungan Hidup ini.

Di tempat yang sama, Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Jatim, AKBP Deny Kuncoro Feri Prabowo mengapresiasi acara tersebut. Katanya, dengan acara tersebut, masyarakat dengan mudah mendapatkan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba serta mematuhi prokes Covid-19.

'Acaranya bagus sekali. Pesan saya sinergi harus terus ditingkatkan, jauhi narkoba jangan sekali-sekali mencoba, laporkan bila mengetahuinya. Tidak lupa patuhi prokes demi mencegah penyebaran Covid-19," tutupnya. (Adv)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.