Kamis, 18 Jun 2026 07:31 WIB

Patuhilah Prokes di Trenggalek Bila Tak Ingin Didatangi Sosok Pocong!

Hantu pocong saat beraksi di di Simpang Tiga Widowati, Trenggalek
Hantu pocong saat beraksi di di Simpang Tiga Widowati, Trenggalek

jatimnow.com - Bagi warga Trenggalek, menaati protokol kesehatan (prokes) adalah hal yang wajib dilakukan. Sebab bila melanggar prokes, mereka bisa didatangi sosok hantu pocong.

Ya, sosok pocong itu sengaja dibuat Satlantas Polres Trenggalek untuk membantu melakukan sosialisasi, teguran, penindakan sekaligus membagikan sarana menaati prokes, seperti masker.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Sosok pocong itu bakal ikut terjun ke jalan, menyasar para pengguna jalan yang tak taat prokes. Upaya itu dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Trenggalek.

Kali ini, sosok pocong itu dibawa Satlantas Polres Trenggalek di Simpang Tiga Widowati. Penampakan pocong ini membuat sebagian pengguna jalan terkejut. Beberapa saat kemudian mereka tersenyum, setelah mengetahui bahwa pocong itu sebenarnya manusia.

Dalam aksinya, pocong itu mengajak masyarakat untuk patuh protokol kesehatan dengan membawa poster bertuliskan 'Pakai Masker, Selamatkan semua'.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Imam Mustolih mengatakan, lokasi itu dipilih dengan pertimbangan merupakan pintu masuk menuju pusat Trenggalek dengan arus lalu lintas yang cukup padat sehingga pesan yang disampaikan bisa menjangkau lebih luas.

Hantu pocong saat beraksi di di Simpang Tiga Widowati, TrenggalekHantu pocong saat beraksi di di Simpang Tiga Widowati, TrenggalekHantu pocong saat beraksi di di Simpang Tiga Widowati, TrenggalekHantu pocong saat beraksi di di Simpang Tiga Widowati, Trenggalek

"Kita ingin menyampaikan pesan bahwa bahaya Covid-19 itu nyata. Mengingatkan bagaimana pentingnya protokol kesehatan. Bukan saja untuk melindungi diri kita sendiri tetapi juga keluarga dan orang lain," ungkap Imam, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Menurut Imam, Polres Trenggalek juga melakukan kampanye protokol kesehatan di berbagai media sosial seperti di Twitter milik akun Satuan Kepolisian Bumi Menak Sopal.

Imam menambahkan, kegiatan ini pada dasarnya merupakan aksi teatrikal yang bercerita tentang kematian sia-sia akibat tidak mematuhi protokol kesehatan di saat Pandemi Covid-19.

"Nah, si pocong ini adalah media yang menyampaikan ini lo yang terjadi jika anda tidak mematuhi protokol kesehatan. Kami juga menghadirkan sosok tenaga kesehatan menggunakan baju hazmat yang sudah bekerja keras untuk menyelamatkan masyarakat," ungkapnya.

Alumni Akpol 2008 ini juga menyebut, pihaknya juga membagikan 300 pamflet dan masker kepada pengendara dan pengguna jalan yang melintas.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Kami petugas kepolisian tak pernah lelah memberikan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat Trenggalek. Kami berharap dengan kampanye ini bisa menggugah kesadaran masyarakat pentingnya prokes mendukung Kabupaten Trenggalek menuju zona kuning," bebernya.

Sementara Novi, warga Karangsoko menjelaskan, dirinya cukup mengapresiasi langkah kepolisian yang seperti tak pernah lelah terus mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan termasuk dengan menghadirkan sosok hantu pocong yang cukup familiar di Indonesia.

"Sempat kaget tadi, tapi keren sih. Pesannya mengena dan saya mengajak kepada semua orang khususnya di Trenggalek agar selalu taat protokol kesehatan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.