Senin, 15 Jun 2026 14:04 WIB

Editor detikcom Jadi Korban Komplotan Penjahat Jalanan di Wonokromo, Surabaya

Suki, editor detikcom yang jadi korban komplotan penjahat jalanan di Wonokromo, Surabaya
Suki, editor detikcom yang jadi korban komplotan penjahat jalanan di Wonokromo, Surabaya

jatimnow.com - Suki (31), salah satu editor detikcom menjadi korban komplotan penjahat jalanan di wilayah Wonokromo, Surabaya. Pria asal Bogor, Jawa Barat itu mengalami sejumlah luka.

Menurut Suki, peristiwa itu bermula pada sekitar pukul 02.15 Wib, Rabu (12/5/2021), saat dirinya hendak makan sahur.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Saya mengendarai motor dari tempat kos. Namun di Traffic Light Jalan Diponegoro (dekat SPBU), ada dua orang berboncengan menghampiri saya," ungkap Suki saat melapor di Mapolsek Wonokromo, Rabu (12/5/2021) siang.

Menurut Suki, pengendara motor matic itu menuduhkannya telah menabrak motor yang mereka kendarai.

"Mereka menuduhkan sesuatu yang tidak pernah saya lalukan. Mereka menuduh saya menabrak motor mereka. Sebelum lampu hijau menyala, mereka sempat mengemplang helm saya," tuturnya.

Merasa terancam, Suki menggeber motornya ketika lampu hijau menyala, dengan harapan komplotan pelaku tidak lagi melakukan pengejaran.

"Namun saya masih melihat mereka di spion. Saya nyaris terlibat kecelakaan karena nekat menerobos lampu merah selanjutnya demi lepas dari kejaran mereka," tambah dia.

Suki kemudian mencoba mencari pertolongan. Dia masuk ke halaman Bank NISP di Jalan Ciliwung, karena dia melihat ada seorang sekuriti yang tengah berjaga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Namun setelah saya memarkir motor, mereka mengeroyok saya. Mereka menghajar dan menendang saya sambil memaksa saya untuk mengakui apa yang tidak pernah saya lakukan," paparnya.

Setelah Suki babak belur dengan beberapa luka di wajah, mulut, bibir dan tangan, para pelau memaksa Suki memberikan uang Rp 200 ribu dengan dalih ganti rugi.

"Namun waktu itu uang cash di dompet saya tinggal Rp 100 ribu. Tanpa berpikir panjang saya langsung menyerahkan uang tersebut, dengan harapan mereka segera meninggalkan saya," tambahnya.

Dalam kejadian itu, Suki sepintas melihat dua motor. Motor yang pertama berboncengan dua dan motor lainnya dikendarai satu orang. Namun menurut sekuriti bank, ada empat orang yang mengeroyok Suki.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Maka dari itu sekuriti itu tidak berani memberikan pertolongan saat saya dikeroyok," ucap Suki.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Arie Pranoto menyebut bahwa saat ini dia timnya masih melakukan penyelidikan. Dia menyatakan bahwa korban (Suki) sudah membuat LP.

"Kami akan melakukan penyelidikan ke TKP dan mendalami motif pengeroyokan itu apa. Kami akan cari alat bukti pendukung dengan menyisir CCTV di sekitar lokasi kejadian," kata Arie.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.