Senin, 22 Jun 2026 02:40 WIB

Aksi Ambil Paksa Jenazah Pasien di RSUD dr Harjono Ponorogo Terekam CCTV

Tangkapan layar video CCTV yang merekam aksi ambil paksa jenazah pasien di RSUD dr Harjono, Ponorogo
Tangkapan layar video CCTV yang merekam aksi ambil paksa jenazah pasien di RSUD dr Harjono, Ponorogo

jatimnow.com - Sejumlah orang mengambil paksa salah satu jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Aksi mereka terekam kamera CCTV.

Dalam video CCTV yang dilihat jatimnow.com, sejumlah orang itu awalnya seperti beradu argumen dengan petugas rumah sakit. Tak lama berselang, mereka membawa jenazah pasien tersebut meninggalkan rumah sakit.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Direktur RSUD dr Harjono, dr I Made Jaren menyebut, orang-orang yang mengambil paksa jenazah itu merupakan keluarga pasien. Katanya, mereka menolak jenazah pasien asal Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo itu dimakamkan dengan protap Covid-19.

Dalam video CCTV juga terlihat bahwa mereka hanya mengenakan masker. Sedangkan jenazah hanya dibalut menggunakan kain jarik.

"Pasien itu masuk ke IGD pada 4 Mei 2021 pukul 22.30 wib. Ditangani petugas kita di IGD. Dari pemeriksaan yang dilakukan, ada indikasi rawat inap," jelas dr Jaren, Kamis (6/5/2021).

Menurut dr Jaren, berdasarkan SOP, semua pasien harus dilakukan rapid antigen. Tujuannya melindungi tenaga kesehatan dan bagaimana langkah perawatan selanjutnya.

"Di dalam perjalanannya, masih di IGD, masuk dalam kondisi sesak, menurun, akhirnya tidak tertolong. Meninggal di IGD pukul 00.30 wib," bebernya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

dr Jaren menyebut, bila sesuai hasil rapid antigen menunjukkan positif, pemakaman harus dengan protap Covid-19. Dari situlah terjadi beda pendapat antara keluarga dengan petugas rumah sakit.

"Pihak keluarga tidak menerima edukasi kita supaya prosesi pemakaman sesuai protokol kesehatan. Bahkan menolak tanda tangan pasien dimakamkan secara prokes," tambahnya.

Sehingga, lanjut dr Jaren, pihak RSUD dr Harjono melakukan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk Satgas Covid-19 Ponorogo.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Mereka akhirnya mengambil paksa, dengan tidak menggunakan APD," tegasnya.

Terkait tudingan warganet di media sosial bahwa pihak RSUD dr Harjono lamban, dr Jaren menyatakan itu tidak benar. Kata dia, petugas RSUD dr Harjono hanya melakukan sesuai prosedur.

"Kelambatan itu terjadi setelah pasien meninggal tidak ada kesepakatan antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien. Seandainya di situ sudah sepakat, maka pasien yang meninggal ini langsung kita proses," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.