Rabu, 17 Jun 2026 09:46 WIB

KPAI Ingatkan Keluarga Jangan Jadikan Anak Jadi Korban Mudik yang Dilarang

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 04 Mei 2021 13:21 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Kebijakan larangan mudik akan berlaku mulai besok 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Meski larangan mudik telah disosialisasikan dengan baik, namun tidak mengurungkan sebagian keluarga untuk tetap mudik.

Namun dengan mengikuti persyaratan yang ada. Masyarakat juga banyak yang memanfaatkan waktu lebih awal untuk mudik sebelum dilarang.

Baca Juga: Amankan Mudik Lebaran 2026, Kabasarnas Cek Armada Laut di Tanjung Perak

Komisioner KPAI, Jasra Putra mengatakan kebijakan larangan ditujukan untuk menyelamatkan semua.

Meski Rabu (5/5) disebut sebagai hari terakhir untuk melakukan perjalanan, namun Jasra mengingatkan kemungkinan pelanggaran yang dapat menempatkan anak anak dalam situasi tidak nyaman, karena perjalanan panjang.

"Belum lagi mudik antar kota yang berjarak dekat, tentu akan menjadi tantangan tersendiri untuk petugas dalam mengingatkan pemudik antar kota dan pemudik lokal," katanya dalam siaran pers ke redaksi, Selasa (4/5/2021).

Jasra mengingatkan karena ini hari terakhir sebelum berlaku larangan mudik, ia khawatir akan banyak pemudik yang merencanakan perjalanan.

Apalagi kebijakan transportasi seperti kereta yang menjadi favorit transportasi murah, membatasi perjalanannya. Maka berpotensi pemudik menggunakan alternatif transportasi, salah satunya motor.

"Meski larangan mudik dengan motor sudah sering disosialisasikan, namun kemungkinannya akan tetap ada," ujarnya.

Kalau dulu ada mudik gratis yang memberi fasilitas pemudik motor agar tidak kelelahan di jalan.

Namun dengan kebijakan larangan, dengan perjalanan panjang tanpa istirahat, kemudian kebiasaan menempatkan anak anak duduk di depan atau di dekap sepanjang perjalanan tentu berpotensi membahayakan anak anak.

Baca Juga: Daftar Tarif Tol Jakarta Surabaya 2026 untuk Mobil Pribadi

Begitupun di tempat tujuan, juga ada karantina atau isolasi mandiri. Bahkan beberapa menyediakan tempat angker, agar calon pemudik berfikir ulang.

"Namun di sisi lain, bila di sana ada bayi dan anak anak, perlu menjadi perhatian khusus. Agar niat memberikan tempat, jangan sampai berdampak psikologis dan fisik pada bayi dan anak anak," lanjutnya.

Situasi pandemi ini, juga berpotensi anak-anak tidak ikut arus balik orang tuanya. Karena berbagai pertimbangan, terutama faktor ekonomi yang dapat berdampak sistemik pada kehidupannya.

Untuk itu pertimbangan anak-anak tetap di kampung dan bisa menjalani sekolah online, akan menjadikan anak-anak tertunda ikut pulang. Untuk itu konsep merdeka belajar punya tantangan, untuk menekan angka putus sekolah.

"Memang berbagai pilihan orang tua tidak mudah, terutama yang menjadi buruh di perkotaan. Dalam menghadapi menurunnya perekonomian, setelah bertahan selama 2 tahun pandemi. Untuk itu kontrol masyarakat menjadi hal penting, dalam mencegah bersama hal yang lebih buruk lagi," paparnya.

Baca Juga: Foto: Pertamina Pangkas Antrean Mudik dengan Diskon BBM

Berbagai stimulant pemerintah dan swasta perlu terus terkonsolidasi. Terutama menghadapi liburan lebaran yang sebentar lagi.

Beragam hiburan di ruang keluarga dapat menjadi alternatif, agar lebaran kali ini, meski dari rumah, namun anak anak tetap cerita.

Berbagai cara pencegahan agar keluarga dan anak anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan nyaman, harus mulai difikirkan orang tua. Begitupun mereka yang mudik dan menjalani isoman serta karantina.

"Semoga banyak industri hiburan yang bisa membantu para orang tua menjaga anak anak di rumah selama liburan lebaran nanti," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.