Sabtu, 20 Jun 2026 10:51 WIB

Laga Dijeda agar Pemain Muslim Leicester Berbuka, Wesley Fofana: Terima Kasih

jatimnow.com - Indahnya toleransi ditunjukkan saat Crystal Palace melawan Leicester City pada Senin malam lalu.

Pertandingan sempat dihentikan sejenak untuk memberikan kesempatan bek Leicester City Wesley Fofana membatalkan puasa Ramadannya.

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

"Hanya ingin berterima kasih kepada @premierleague serta @CPFC, @ vguaita13 [dan] semua Foxes karena mengizinkan saya berbuka puasa malam ini di tengah pertandingan," tulis Fofana di Twitter dilansir dari About Islam pada Rabu (28/4).

Wasit Graham Scott menghentikan permainan pada menit ke-35 saat penjaga gawang Palace Vicente Guaita menunggu untuk melakukan tendangan gawang agar Fofana minum minuman berenergi.

Fofana juga diganti saat Leicester menang 3-0 atas West Brom karena manajernya Brendan Rodgers ingin memberi pemain berusia 20 tahun itu kesempatan untuk mengambil makanan.

"Saya pikir jika saya bisa menggantikannya maka dia bisa mendapatkan makanan di bangku cadangan," kata Rodgers.

Rodgers mengaku telah bekerja dengan banyak pemain dengan keyakinan berbeda-beda. Ia menganggap kepatuhan terhadap keyakinan itu justru memberi mereka kekuatan.

Baca Juga: BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

"Ini luar biasa. Jika Anda memikirkan penampilannya pada akhir pekan di semifinal Piala FA, di mana dia belum makan sepanjang hari dan kemudian dia merasakan makanan pertamanya dengan 15 menit tersisa, dan kemudian sama hari ini [melawan West Brom] , dengan kick-off pukul 20.00, dia belum makan atau minum sepanjang hari dan dia masih bisa tampil di level maksimal," ujar Rodgers.

Di sisi lain, sebuah studi FIFA Medical Assessment and Research Center (F-MARC) menetapkan pemain sepak bola pria yang menjalankan puasa Ramadan di lingkungan yang terkendali tidak menunjukkan kompromi dalam kinerja fisik dan fisiologis mereka atau penurunan kemampuan subjektif mereka.

Ini menepis ketakutan dan kekhawatiran terkait Ramadan bagi olahragawan.

Studi ini direplikasi untuk menyelidiki pemain level elit yang lebih luas. Studi lain yang diterbitkan pada Mei 2012 di jurnal ilmu olahraga menunjukkan bahwa, secara umum, puasa Ramadan berdampak kecil pada kesehatan dan kebugaran fisik.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.