Minggu, 21 Jun 2026 20:29 WIB

Luruskan Masalah Teman, Mahasiswa Stikosa-AWS Malah Dikeroyok hingga Tewas

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 26 Apr 2021 19:30 WIB
Foto semasa hidup Zainal Fattah, Mahasiswa Stikosa-AWS yang tewas dikeroyok
Foto semasa hidup Zainal Fattah, Mahasiswa Stikosa-AWS yang tewas dikeroyok

jatimnow.com - Seorang mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat lima hari di rumah sakit, usai dikeroyok di Jalan Kalimas Baru 3, Surabaya.

Mahasiswa semester IV itu bernama Zainal Fattah (25), warga Jalan Kalimas Baru 2 Gang Buntu, Surabaya. Kasus itu saat ini tengah ditangani Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Iptu M Gananta membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Ya mas, masih dalam lidik. Sampai sekarang kita masih kumpulkan alat bukti," jawab Gananta saat dikonfirmasi, Senin (26/4/2021).

Sementara Satiah (40), ibu korban menceritakan bahwa anaknya dikeroyok sekitar pukul 02.00 Wib, Senin (19/4/2021).

Satiah menyebut, awalnya Fattah bersama salah satu temannya mendatangi kampung sebelah tempat tinggalnya itu. Dia bermaksud meluruskan permasalahan, karena ada temannya yang dikeroyok sekelompok pemuda di Jalan Kalimas Baru 3.

"Anak saya awalnya cuma mau nolong temannya yang habis dikeroyok di kampung sebelah. Niatnya itu cuma meluruskan, mau mendamaikan, tapi malah anak saya dikeroyok, diteriakin maling," terang Satiah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Habis dipukulin itu, warga tau kalau itu anak saya. Terus dipisah (dilerai). Tapi anak saya sudah ndak kuat lagi. Kemudian sama warga dibawa ke Rumah Sakit Al-Irsyad," tambahnya.

Setelah mendapatkan pertolongan medis, lanjut Satiah, anak pertamanya itu dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

"Opnamenya sampai lima hari. Ndak adanya (meninggal dunia) hari Jumat (23/4/2021). Minta doanya ya mas," tutur Satiah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Atas kejadian ini, Satiah berharap kepada pihak kepolisian agar para pelaku yang mengeroyok anaknya segera ditangkap dan mendapat hukuman setimpal.

"Saya ingin pelakunya bisa segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.