Selasa, 16 Jun 2026 13:15 WIB

Anies Baswedan Lakukan Kunjungan ke Karesidenan Madiun, Ada Agenda Apa?

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 25 Apr 2021 17:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disambut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kota Madiun
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disambut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kota Madiun

jatimnow.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan ke Karesidenan Madiun, mulai Sabtu hingga Minggu (24-25/4/2021). Anies mengunjungi Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo dan Ngawi.

Hari pertama, Anies ke Pasar Burung Kota Madiun. Malamnya dia ke Masjid Tegalsari, Jetis, Ponorogo. Dia menginap di masjid bersejarah tersebut. Bahkan Anies juga mengunjungi Setono ke makam Batoro Katong.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Hari kedua, Anies kembali ke Madiun. Dia kembali bertemu Wali Kota Madiun Maidi. Di sini, Anies disambut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Anies bersama Khofifah kemudian mengununjungi Dusun Alas Pecah, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Saat ditanya apakah kunjungannya ke Karesidenan Madiun itu berkaitan dengan agenda Pilpres 2024, Anies membantahnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkunjung ke PonorogoGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkunjung ke Ponorogo

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kami sedang berbicara tentang kebutuhan pangan, ketahanan pangan. Memastikan bahwa warga perkotaan mendapatkan suplay terjamin balas budi kepada petani. Membangun sistem keadilan. Beberapa tempat," jawab Anies.

Dia menjelaskan sedang memulai babak baru kerjasama dengan Kabupaten Ngawi.

"Kalau ditanya kenapa memilih Ngawi? Tidak hanya Ngawi. Karena kami kerjasama dengan provinsi lain juga. Jateng, Sulsel dan Lampung," tegasnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Sementara Khofifah mengaku senang bisa bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Dia mengklaim jika telah surplus 3,5 juta ton untuk beras.

"Kami mencari market bagaimana. Beras dan padi seluruh petani bisa ketemu market sangat penting. Mudah-mudahan ada perluasan pasar. Ada dari beberapa provinsi perluasan sentra produksi gabah," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.