Minggu, 21 Jun 2026 04:22 WIB

KAI Sebut Penataan Jalan Hos Cokroaminoto Ponorogo Menggunakan Aset Mereka

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 20 Apr 2021 12:23 WIB

jatimnow.com - Proyek penataan wajah atau face off Jalan Hos Cokroaminoto Ponorogo di lokasi pedestrian terkendala oleh keberadaan aset dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Humas Daop 7 PT KAI, Ixfan Hendriwintoko mengatakan pihaknya mempunyai aset berupa bidang tanah beserta rel kereta api sepanjang 700 meter dengan lebar 4 meter di Jalan HOS Cokroaminoto.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia menyebut, 130 sentimeter tanah KAI telah digunakan untuk trotoar existing serta 270 sentimeter lainnya berada di antara bibir trotoar existing dengan as rel yang berada di badan jalan.

"Trotoar existing memiliki lebar 236 sentimeter. Sebagian badan trotoar yang sudah ada itu memakan bidang tanah milik PT KAI," ujarnya, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, PT KAI akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Ponorogo.

"Untuk dilakukan MoU atau perjanjian kerjasama seperti di kabupaten dan kota madya lainnya," katanya.

Baca Juga: WNA Penumpang Kereta Api Alami Peningkatan di Daop 9 Jember

Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono menyebut jika Pemkab Ponorogo telah mengirimkan surat pemberitahuan sekaligus izin pengurukan aset rel PT KAI sebelah kanan dan kiri di Jalan Hos Cokroaminoto untuk pembangunan pedestrian sejak sebulan lalu.

Ia mengaku jika Pemkab Ponorogo hingga kini belum menerima balasan surat tersebut.

"Belum ada. Kalau belum ada jawaban, kan kita maknai boleh begitu," katanya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Agus mengaku proyek pedestrian itu tidak menjadi masalah karena aset PT KAI hanya tertutup dan tidak diangkat. Bila kedepan mau difungsikan oleh KAI, maka dapat dikomunikasikan lagi.

"Saya rasa tidak masalah, itu kan cuman ditutup saja. Kalau difungsikan bisa dikomunikasikan lagi. Relnya masih ada," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.