Sabtu, 20 Jun 2026 12:48 WIB

Dalami Kasus Kekerasan Terhadap Nurhadi, Polda Jatim Periksa Ketua AJI Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 14 Apr 2021 16:07 WIB
Wartawan di Surabaya gelar aksi menuntut Polda Jatim mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap Junalis Tempo, Nurhadi (Foto: Dok. jatimnow.com)
Wartawan di Surabaya gelar aksi menuntut Polda Jatim mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap Junalis Tempo, Nurhadi (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Tempo, Nurhadi terus didalami pihak kepolisian. Setelah memeriksa Nurhadi dan redakturnya, Polda Jatim juga meminta keterangan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Eben Haezer.

"Kemarin dipanggil penyidik Ditreskrimum untuk dimintai keterangan. Itu dari pukul 10.00 Wib sampai 14.30 Wib," kata Eben dalam siaran pers yang diterima jatimnow.com, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Saat diperiksa itu, Eben mengaku mendapat 14 pertanyaan. Mulai dari status keanggotaan Nurhadi di AJI Surabaya hingga cara peliputan yang dilakukan sebelum terjadi pemukulan.

"Penyidik ingin tahu apakah rekan Nurhadi benar-benar anggota AJI Surabaya," jelasnya.

Penyidik juga menanyakan soal kode etik saat Nurhadi meliput tanpa diundang. Eben pun menegaskan bahwa kedatangan Nurhadi ke pesta pernikahan yang digelar 27 Maret 2021 itu merupakan liputan investigasi.

Nurhadi saat itu mengejar klarifikasi dugaan suap yang dilakukan mantan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji, yang sedang menggelar pernikahan anaknya di Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jadi, apa yang dilakukan Nurhadi tidak melanggar peraturan yang berlaku di AJI. Baik itu anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, peraturan organisasi maupun kode etik jurnalis yang diakui oleh AJI," tegasnya.

"Justru kedatangannya ke sana karena ada tanggungjawab dari kode etik di mana pemberitaan harus berimbang. Semua pihak, termasuk tersangka diberikan kesempatan untuk menjelaskan kasus yang dihadapinya," tambah Eben.

Terkait cara Nurhadi yang seolah-olah menjadi tamu undangan, Eben menjelaskan bahwa hal itu lazim digunakan ketika melakukan liputan investigasi dalam mengungkap isu yang menjadi kepentingan publik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Apalagi saat di lokasi pernikahan itu, Nurhadi juga akhirnya mengaku sebagai jurnalis ketika ditanya dari mana asalnya.

"Kalau memang ada keberatan terhadap kedatangannya, maka seharusnya cukup diminta pergi. Tidak perlu sampai dianiaya dan dirusak peralatan kerjanya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.