Rabu, 17 Jun 2026 13:57 WIB

Pembunuhan Apartemen Educity Bermotif Narkoba, Ini Kronologisnya

  • Penulis :
  • | Rabu, 06 Jun 2018 19:31 WIB
Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti./Foto: Narendra Bakrie.
Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti./Foto: Narendra Bakrie.

jatimnow.com - Terungkap sudah motif dan kronologi pembunuhan AP (40) warga asal asal Paseban, Senen, Jakarta Pusat, di kamar lantai 17 Apartemen Educity, Surabaya, Senin (28/5/2018) pagi lalu. Pasalnya, Polrestabes Surabaya telah melakukan pemeriksaan terhadap satu pelaku yang tertangkap.

Satu pelaku itu berinisial SP (33) asal Jalan HM Suwignyo, Kel. Sungai Jawi, Pontianak. Kendati peran SP hanya memegangi kaki korban saat dibantai pelaku lainnya. Namun keterangan SP cukup jelas untuk membuka teka-teki, mengapa korban dibunuh.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Dia (SP, red) disuruh berangkat ke Surabaya oleh otak pelaku pembunuhan," beber Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Rabu (6/6/2018).

Otak pelaku pembunuhan itu berinisial RD. Saat ini, RD tengah diburu oleh Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Usai membunuh korban, RD kabur bersama dua DPO (daftar pencarian orang) lainnya, yaitu IM dan RY.

"RD itulah yang memiliki utang pembayaran narkoba jenis sabu kepada korban. RD menyuruh SP untuk berangkat bersama korban ke Surabaya," beber Sudamiran.

Pada Minggu (27/5/2018), SP dan korban sampai di Bandara Juanda Surabaya dan dijemput oleh RD untuk menuju kamar 1707 lantai 17, Apartemen Educity, Mulyorejo, Surabaya. Ternyata, di kamar itu, sudah ada DPO IM dan RY serta VA, penyewa kamar. "VA merupakan pacar RD," tegas Sudamiran.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Tak lama kemudian, RD naik ke kamar tersebut dan mengeluarkan uang Rp 211 juta sebagai pembayaran sabu kepada korban. Namun, uang itu tidak diberikan langsung kepada korban. RD justru mengeluarkan sabu sekitar 0,5 gram dan mengajak semuanya pesta sabu termasuk korban.

Sekitar pukul 14.00 Wib, SP IM dan RY keluar kamar dan kembali sekitar pukul 17.00 Wib. Saat kembali itulah, SP, IM dan RY melihat RD memegang pisau berlumur darah dan melihat korban sudah tidak berdaya. Bukannya pergi, ketiganya malah membantu RD untuk memastikan kematian korban.

IM memukul kepala korban dengan potongan pipa besi. Sementara SP dan IM bertugas memegangi kaki dan tangan korban agar tidak berontak. Setelah korban benar-benar tewas, mereka meninggalkan kamar apartemen dan kabur.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"SP ditangkap Unit Resmob pada 1 Juni 2018 di Pontianak. Sedangkan pelaku lainnya saat ini masih kami buru. Mohon doanya," tutup Sudamiran.

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.