Kamis, 18 Jun 2026 09:13 WIB

Wartawan Mojokerto-Probolinggo Desak Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan ke Nurhadi

Aksi teatrikal wartawan Mojokerto Raya menggambarkan kekerasan terhadap jurnalis
Aksi teatrikal wartawan Mojokerto Raya menggambarkan kekerasan terhadap jurnalis

jatimnow.com - Sejumlah wartawan di Mojokerto Raya dan Probolinggo Raya menggelar aksi menuntut kepolisian mengusut pelaku kekerasan terhadap Jurnalis Tempo, Nurhadi.

Di Kota Mojokerto, aksi digelar di depan Alun-alun Kota Mojokerto dengan penjagaan ketat Polri, TNI dan Satpol PP. Mereka memakai pita hitam yang diikatkan di lengan kiri.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Puluhan wartawan media cetak, televisi dan radio itu berangkat dari kantor PWI Mojokerto dengan membawa kertas berbagai tulisan mengecam dan meminta kekerasan pada Nurhadi diusut tuntas di kertas putih.

Mereka lalu menyerahkan pernyataan sikap dari PWI Mojokerto yang diwakili ketua dan wakil ketua kepada Kapolres Mojokerto Kota dan Kapolres Mojokerto.

Selain melakukan orasi, para wartawan di Mojokerto Raya menyanyikan lagu Indonesia Raya, aksi tabur bunga di atas kartu pers, teatrikal dan pelepasan burung merpati.

"Kami prihatin atas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum-oknum aparat yang menimpa rekan kami Nurhadi, Jurnalis Tempo," kata Ketua PWI Mojokerto, Diak Eko Purwoto, Selasa (30/3/2021).

Aksi wartawan di Probolinggo RayaAksi wartawan di Probolinggo Raya

Kontributor SCTV itu menambahkan, jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Kami berharap aksi ini tidak terjadi lagi. Kami juga meminta Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengusut tuntas kekerasan yang terjadi kepada Nurhadi," tambahnya.

Sejumlah wartawan di Probolinggo Raya juga menggelar aksi serupa di pertigaan Jalan dr. Saleh Kota Probolinggo.

Romadhona, salah satu penanggungjawab aksi meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap Nurhadi.

"Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pada wartawan saat melakukan peliputan," tegasnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Selain mendesak agar para pelaku ditangkap, mereka juga meminta Polda Jatim mengusut aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

"Kasus ini harus diusut secara tuntas," tambahnya.

Dalam aksinya, puluhan wartawan itu membawa poster berisi berbagai tulisan keceman, melakukan aksi teatrikal serta memberikan batu nisan kepada anggota Polres Probolinggo Kota.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.