Rabu, 22 Jul 2026 17:20 WIB

Para Teroris Jaringan Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Diringkus, Ini Perannya

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika meninjau lokasi bom di Makassar (Foto: Puspen TNI via Republika)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika meninjau lokasi bom di Makassar (Foto: Puspen TNI via Republika)

jatimnow.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan peran empat terduga teroris yang ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan, berinisial AS, SAS, MR dan AA.

Menurut Sigit, keempatnya tergabung dalam satu jaringan yang sama dengan dua pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Baca Juga: Polri dan Kepolisian China Tukar Buronan, 3 WNA dengan 1 WNI Pelaku Penipuan

"Mereka berperan bersama L dan YSM (keduanya pelaku bom bunuh diri), yakni bersama-sama dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Sigit menyebut, keempat terduga teroris yang ditangkap di Makassar ini berperan memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana jihad. Selain itu, mereka juga membeli bahan-bahan peledak untuk disiapkan bom bunuh diri.

Selain Makassar, Densus 88 Polri juga melakukan penggeledahan dan penangkapan di dua wilayah, yakni Condet Jakarta Timur dan Bekasi Jawa Barat. Empat terduga teroris ditangkap berinisial A, AH, AJ dan BS, beserta barang bukti bom dan bahan peledak.

"Ditemukan lima bom aktif. Jenis bom sumbu, 5 Toples besar berisi bahan kimia peledak, sulfur, flash folder dan termometer. Bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak jumlahnya 4 kg, kemudian ditemukan bahan peledak lain dengan jumlah 1,5 kg," ungkapnya.

Baca Juga: Mengenal IPDA Purnomo, Wisudawan Unitomo yang Wakafkan Hidup untuk ODGJ

Polri juga melakukan penangkapan lima terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sigit mengatakan, kepolisian akan terus mengejar kelompok-kelompok teroris dan mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri di Makassar.

Dia juga meminta masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa, tetap tenang dan jangan panik.

"Saya imbau masyarakat tetap tenang, tidak usah panik, terkait masalah teroris merupakan tugas kami untuk mengusut tuntas," tandasnya.

Baca Juga: Teror Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jember Desak Polri Usut Aktor Intelektual

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.