Jumat, 12 Jun 2026 23:15 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Bandung, Puluhan Rumah Rusak dan 5 Orang Luka

Rumah ambruk akibat bencana angin puting beliung di Desa Ciharalang, Bandung, Jawa Barat (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi via Republika)
Rumah ambruk akibat bencana angin puting beliung di Desa Ciharalang, Bandung, Jawa Barat (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi via Republika)

jatimnow.com - Angin puting beliung yang terjadi Minggu (28/3) sore saat hujan deras di Kabupaten Bandung menyebabkan puluhan rumah di Desa Mekarsaluyu dan Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan terkena dampak dan mengalami kerusakan. Beberapa ruas jalan sempat tertutup pohon yang tumbang.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara mengatakan hujan deras disertai angin puting beliung menyebabkan puluhan material bangunan rumah dan warung di jalan utama terbawa angin. Selain itu, beberapa pohon tumbang membuat akses jalan terhambat.

Baca Juga: Info Cuaca Jatim, Probolinggo Waspada Hujan Lebat, Daerah Lain Terkendali

"Warga terdampak saat ini mulai membersihkan puing-puing dan beberapa di rumah keluarga (mengungsi) dan tetangganya," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (29/3).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, hingga Ahad (28/3) pukul 24.00 WIB, jumlah rumah rusak akibat puting beliung di RW 03, 109 rumah. RW 04, 11 rumah. RW 05, 17 rumah. RW 6, 22 rumah dan di RW 7, 2 unit mobil tertimpa pohon.

Selain itu, dua bangunan sekolah yaitu SD Ciburial dan SMP 2 Cimenyan mengalami kerusakan. Juga kantor desa, masjid dan lahan pertanian.

"Korban luka-luka lima orang," katanya.

Di Desa Cimenyan, sebanyak 90 rumah di RW 2 rusak. 28 rumah di RW 03 rusak. 4 rumah di RW 7 rusak. 2 rumah di RW 9. 3 rumah di RW 11 dan 12 rumah di RW 13.

Baca Juga: BMKG Cabut Status Siaga, Tersisa 5 Daerah Waspada Hujan di Jatim

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Bandung menyebut penyebab angin puting beliung muncul karena adanya pembentukan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Cimenyan dan sekitarnya.

Selain itu, kondisi kelembapan yang cenderung basah pada ketinggian kurang lebih 3 km di atas permukaan laut mendukung pembentukan awan-awan hujan.

"Faktor regional, adanya daerah akan memasuki periode transisi atau pancaroba, ditandai dengan gejala cuaca yang tidak stabil dan adanya perubahan pola angin sehingga potensi hujan yang terjadi bisa disertai kilat-petir dan angin kencang atau angin puting beliung," ujar prakirawan BMKG Iid Mujtahid dalam keterangannya.

Ia melanjutkan, terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang masih cenderung hangat sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan konvektif potensial hujan.

Baca Juga: Update Cuaca Hari Ini, Angin Kencang Ancam Surabaya Raya hingga Madura

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.