Sabtu, 20 Jun 2026 23:43 WIB

Jurnalis Probolinggo Tuntut Kekerasan Terhadap Reporter JTV Situbondo Diusut

Puluhan jurnalis di Probolinggo Raya turun ke jalan tolak kekerasan terhadap wartawan
Puluhan jurnalis di Probolinggo Raya turun ke jalan tolak kekerasan terhadap wartawan

jatimnow.com - Puluhan jurnalis di Probolinggo Raya menggelar aksi menolak kekerasan, Kamis (18/3/2021). Aksi itu buntut dari kekerasan yang menimpa Andik Nur Holis, reporter JTV Situbondo.

Andik mengalami kekerasan yang dilakukan oknum pengawal saat saat meliput acara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Situbondo pada Selasa (16/3/2021).

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Puluhan jurnalis dari media online, cetak dan televisi Probolinggo Raya itu melakukan aksi di depan Kantor DPRD Kota Probolinggo. Selain menggelar orasi, mereka juga memampang sejumlah poster.

"Kami merasa prihatin atas kejadian yang menimpa kawan kita di daerah Situbondo," kata korlap aski, Eko Hardianto.

Eko berharap agar permasalahan tersebut bisa segera dituntaskan dan menjadi evaluasi.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi saat kami melakukan peliputan di lapangan. Kami juga berharap oknum yang terlibat dalam kekerasan terhadap jurnalis di Situbondo bisa diproses dan dikenakan sanksi sesuai aturan yang ada," tegasnya.

Para jurnalis itu kemudian ditemui Haris Nasution, pimpinan DPRD Kota Probolinggo.

"Kami menerima dan menampung aspirasi teman-teman jurnalis dan akan tindaklanjuti persoalan ini kepada DPR RI serta mengirim surat kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar menjadi evaluasi," tegas Nasution.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Sementara Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari menyebut bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan dewan serempat.

"Kami akan berkordinasi dengan DPRD wilayah kota secara berjenjang dan prosedur kepada pusat untuk proses hukum dan keputusan lebih lanjut," tambah Jauhari.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.