Kamis, 18 Jun 2026 16:11 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Korban Banjir Bandang dan Jembatan Putus di Magetan

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Magetan, Kamis (18/3/2021).

Selain menyapa para korban banjir, Gubernur Khofifah yang didampingi Bupati Magetan, Suprawoto juga melihat jembatan yang terputus akibat luapan banjir.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Khofifah menyebut banjir yang melanda dikarenakan sampah. Ia menyebut yang diperlukan adalah normalisasi sungai.

"Sampahnya kan terlihat jelas. Kalau kami menyebutnya sampah barongan. Banyak bambu dan material lainnya," kata Khofifah.

Untuk mengatasi agar tidak banjir, ia meminta agar dilakukan normalisasi sungai. Namun tidak sekedar pengerukan tetapi juga membangun plengsengan.

"Saya sudah koordinasi dengan bupati, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Bina Marga, Cipta Karya di Pemprov. Kita sudah melakukan identifikasi. Mana yang dibronjong dulu, mana yang disiapkan plengsengan," ujarnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

3 jembatan yang dilaporkan terputus akibat banjir merupakan jalur utama Kabupaten Magetan-Kabupaten Ponorogo.

"Jembatan di Bogem juga penting. Kami akan membangunnya. Seiring dengan membangkitkan ekonomi masyarakat. Kalau yang jembatan segera. Tapi harus didalami oleh Dinas Cipta karya dulu, kontruksinya seperti apa," pungkasnya.

Sebelumnya, tiga desa di Kecamatan Kawedanan, dua desa di Kecamatan Ngariboyo dan satu desa di Kecamatan Parang terendam banjir pada Selasa (16/3).

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Tiga desa di Kecamatan Kawedanan yang dilanda banjir yakni Desa Tladan, Balerejo dan Mangunrejo. Sedangkan dua desa di Kecamatan Ngariboyo yakni Desa Banjarpanjang dan Ngariboyo serta di Kecamatan Parang banjir ada di Desa Sundul.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.