Selasa, 16 Jun 2026 12:17 WIB

BPCB Jatim Temukan Kerangka Manusia di Situs Kumitir Mojokerto

jatimnow.com - Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menemukan fosil manusia berupa kerangka di area ekskavasi tahap tiga sektor B Situs Kumitir yang berada di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Fosil yang memiliki panjang 150 sentimeter itu diduga dari suku Pygmy yang berperawakan tubuh pendek dan dulu diketahui tinggal di hutan khatulistiwa atau hutan hujan tropis dan bertahan hidup dengan cara primitif hingga berburu.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan pihaknya akan menggandeng Tim Ahli Museum Etnografi dan Kajian Kematian Fisip Airlangga (Unair) Surabaya untuk memastikan kerangka manusia tersebut.

"Kami masih menunggu hasil ahli dari Unair. Apa kerangka utuh ini masuk dalam tahun 60 an ke atas maka kita nyatakan selesai atau kerangka manusia biasa. Jika lebih lama dibawah tahun 60 an, maka kita akan gali lagi hubungan kerangka dengan batu-batu Situs Kumitir," kata Wicaksono, Sabtu (13/3/2021).

Saat ditemukan, kerangka manusia itu dalam posisi tengkurap, tangan menekuk ke arah depan, dan tangan kiri menekuk ke arah dada dan wajah sedikit menghadap ke barat.

Baca Juga: Pencari Kayu Temukan Kerangka Manusia di Bukit Tungu Kalisat Jember

"Fosil ini ditemukan pada Rabu 3 Maret lalu setelah tiga hari dimulai ekskavasi tahap ketiga Situs Kumitir. Ditemukan di kedalaman 60 sentimeter dari permukaan tanah dan tertimbun bebatuan besar dengan luas 110 sentimeter," jelas Wicaksono.

"Kalau makam Islam, kedalaman kerangka satu meter setengah dari permukaan tanah. Ini posisinya tengkurap, lalu tertutup bebatuan, ini menjadi pertanyaan sekali," tambah Wicaksono.

Baca Juga: Identitas Kerangka Manusia di Tulungagung Terungkap Dari Baju dan Gigi Palsu

Menurut Wicaksono, kerangka manusia seperti tengkorak kepala dan kaki juga telah ditemukan saat ekskavasi, namun tidak utuh seperti yang ditemukan pada Rabu 3 Maret lalu.

"Semua kita kumpulkan dan dilakukan penelitian. Kami juga masih menunggu tim ahli dari Unair terjun ke lapangan melaksanakan pemantauan temuan. Jadwalnya pekan depan mereka datang lagi untuk ambil sampel identifikasi lebih dalam. Sehingga kerangka ini bisa memberikan jawaban proses terbenamnya situs Kumitir di sini. Bahkan bisa memberi gambaran masa Majapahit," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.