Minggu, 14 Jun 2026 09:41 WIB

Banjir Kiriman yang Rendam Dua Desa di Probolinggo Disebut Karena ini

Warga terdampak banjir di Probolinggo mendapat bantuan paket sembako
Warga terdampak banjir di Probolinggo mendapat bantuan paket sembako

jatimnow.com - Banjir kiriman yang sempat merendam Desa Kedungdalem dan Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo diduga akibat pembalakan liar dan tidak terawatnya hutan di daerah dataran tinggi.

Dugaan itu disampaikan anggota Komisi B, DPRD Jawa Timur, Mahdi saat memberikan bantuan paket sembako di dapur umum korban banjir di Kantor Kecamatan Dringu.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Kemungkinan banyak pembalakan liar dan hutannya tidak terjaga lagi di daerah dataran tinggi. Sehingga akar pohon tidak lagi menyerap air saat hujan turun lebat dan menyebabkan banjir," terang Mahdi, Selasa (9/3/2021).

Baca juga:  

Menyikapi persoalan banjir di wilayah Dringu, Mahdi menyebut harus ada perhatian khusus di wilayah atas dengan menggembalikan kembali fungsi hutan.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Salah satu cara dengan melakukan penanaman pohon atau penghijauan. Jadi permasalahan ini harus dibenahi dari hulu hingga hilir. Meski dibangun tanggul, namun di atas tidak ada reboisasi, maka sulit banjir bisa dikendalikan. Jadi kedua-duanya harus dilakukan secara bersamaan," tegasnya.

Kata dia, Komisi B DPRD Jatim akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak perkebunan dan kehutanan untuk lebih serius membicarakan banjir langganan di Dringu.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Sehingga permasalahan banjir bisa segera teratasi. Sebab terbukti di daerah Dringu tidak terjadi hujan, namun terjadi banjir akibat luapan sungai dari wilayah dataran tinggi," tambahnya.

Dalam dua pekan terakhir, banjir melanda dua desa di Kecamatan Dringu tersebut tiga kali. Dan banjir ketiga pada Senin (8/3/2021) petang hingga malam, merupakan banjir terparah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.