Minggu, 21 Jun 2026 05:17 WIB

Kisah Cahyo, Pensiunan Guru yang Kini Jadi Musisi Jalanan di Surabaya

  • Penulis :
  • | Selasa, 09 Mar 2021 14:19 WIB
Cahyo saat bermain saksofon di tepi Jalan Tidar, Surabaya pada Selasa (9/3/2021) - Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com
Cahyo saat bermain saksofon di tepi Jalan Tidar, Surabaya pada Selasa (9/3/2021) - Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com

jatimnow.com - Memainkan alat musik, mulai dari saksofon hingga biola sudah mendarah daging bagi Cahyono Hadi, pensiunan guru kesenian asal Surabaya. Setelah pensiun, pria 68 tahun itu tetap bermusik, meski di jalanan.

Menjadi street musician atau musisi jalanan dipilih Cahyo-sapaan akrabnya untuk mengisi hari-harinya. Pensiunan PNS Tahun 2018 itu kerap memainkan alat musik saksofon dan biola di sepanjang Jalan Tidar hingga Jalan Pacuan Kuda, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Saya memang guru kesenian dan memiliki spesialisi memainkan alat musik tiup, juga biola," ungkap Cahyo saat ditemui jatimnow.com di Jalan Tidar, Selasa (9/3/2021).

Cahyo menambahkan, dia diangkat menjadi guru PNS sejak Tahun 1985. Setelah 7 tahun ditempatkan mengajar di Pamekasan, Madura, 7 kemudian dia ditempatkan di SMP Negeri 3 Pare, Kediri. Lalu masuk Surabaya untuk mengajar di SMP YBPK selama 2 tahun.

Cahyo saat bermain saksofon di tepi Jalan Tidar, Surabaya pada Selasa (9/3/2021)Cahyo saat bermain saksofon di tepi Jalan Tidar, Surabaya pada Selasa (9/3/2021)

"Kemudian saya mengajar di SMP Negeri 3 Surabaya selama 14 tahun dan SMP Negeri 48 Surabaya selama 7 tahun hingga pensiun," paparnya.

Meski dua anaknya kini sudah mapan, Cahyo tetap memilih bermusik, meski di jalanan. Katanya, hobi itu memang kehendak pribadi untuk mengisi hari tuanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Musik itu ekspresi buat saya. Ibaratnya orang sufi kalau nggak dzikir dalam sehari, maka dia akan mati," ungkap Cahyo.

Cahyo juga mengaku nyaman dengan apa yang ia lakukan saat ini. Menurutnya, ekspresi musik memang seharusnya memiliki kebebasan dan bisa dilakukan di manapun serta kapanpun.

Bahkan, Cahyo rela menempuh perjalanan hingga 4 kilometer dengan jalan kaki dari rumahnya di kawasan Asemorowo, menuju lokasi biasanya ia memainkan alat musik di tepi jalan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Alat musik koleksi saya hampir semuanya produk dari Jerman. Ada saksofon, biola juga," tambahnya.

 

Reporter:  Ni'am Kurniawan

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.