Minggu, 14 Jun 2026 08:38 WIB

2 Mahasiswa UIN Malang Tewas Ikut Ekskul Silat, Polisi: Tak Ada Izin Kegiatan

jatimnow.com - Satreskrim Polres Batu telah memeriksa 11 orang atas tewasnya dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim saat diklat UKM Pencak Silat Pagar Nusa di wisata Coban Rais, Desa Oro-oro Ombo.

Kesebelas orang yang telah diminta keterangan berasal dari pihak panitia, peserta, dan lembaga.

Baca Juga: Kesal Disalip, Pria di Malang Lempari Mobil dengan Batu

Baca juga: 

Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo menerangkan kegiatan diklat silat itu digelar sejak Jumat hingga Minggu tanpa ada izin dari siapapun.

Baik itu kepolisian, universitas, Satgas Covid-19 dan pengelola Coban Rais.

"Benar ada dua mahasiswa yang meninggal. Pertama dibawa ke Puksesmas Karang Ploso dan kedua di RS Karsa Husada. Ada 11 orang kita minta keterangan dalam penyelidikan. Kegiatan ini di luar sepengetahuan dan izin semua pihak," tegas AKBP Catur C Wibowo, Senin (8/3/2021).

Ia menyebut, pihaknya tengah mendalami adanya dugaan kekerasan dan unsur pidana dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, dari keterangan pihak RS Karsa Husada dan puskesmas, diketahui kedua mahasiswa telah tewas sebelum datang.

"Itu keterangan petugas RS dan puksesmas waktu dilarikan ke sana, keduanya memang sudah meninggal. Nanti bila ada perkembangan kasus ini akan kita sampaikan," lanjutnya.

Baca Juga: Polres Batu Tangkap Dua Pemuda Pembuat Petasan, Amankan 1,5 Kg Bubuk Mercon

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus menambahkan kronologis kematian kedua mahasiswa pada hari Sabtu (6/3). Peserta yang berjumlah 41 mahasiswa itu dibawa ke depan Predator Fun Park (PFP) Tlekung menggunakan mikrolet dari SMK Mahardika, Karang Ploso, Kabupaten Malang.

"Ada satu mahasiswa lemas dan pingsan, kemudian dibawa ke puskesmas. Tak berselang lama, satu mahasiswa lagi lemas dan dilarikan ke RS," kata Jeifson.

Mendengar kejadian tersebut, polisi kemudian menghentikan kegiatan. Polisi akan memanggil saksi ahli bagaimana SOP pembaiatan pencak silat Pagar Nusa.

"Standart apa tidak proses pembaiatannya? Kita akan tahu dari keterangan ahli dan menunggu hasil pendalaman pemeriksaan," bebernya.

Meski jenazah kedua mahasiswa telah dimakamkan, namun bila ada dugaan tindak pidana kekerasan maka polisi akan menghubungi pihak keluarga apakah berkenan melakukan pembongkaran makam dan autopsi jenazah.

Baca Juga: 5 Fakta Mahasiswi di Jember Tewas Bersama Janinnya, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

"Dalam pendalaman ini petugas juga sudah menyita barang bukti (BB) seperti dokumentasi kegiatan, handphone peserta dan panitia," terang dia.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim, Isroqunajah membenarkan dirinya telah diminta keterangan oleh polisi.

"Jadi bukan tanpa izin dari kampus, tapi memang semua kegiatan saat Pandemi Covid-19 ditiadakan. Apalagi kegiatan UKM, lha pembelajaran saja melalui daring," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.