Rabu, 24 Jun 2026 06:40 WIB

Jejak Pondok Pesantren di Desa Tak Berpenghuni Ponorogo

Penampakan masjid tua, satu-satunya jejak pondok pesantren di desa tak berpenghuni Ponorogo
Penampakan masjid tua, satu-satunya jejak pondok pesantren di desa tak berpenghuni Ponorogo

jatimnow.com - Lingkungan Sumbulan, Dusun Krajan 1, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, kini tidak berpenghuni. Di lingkungan tersebut rupanya pernah berdiri pondok pesantren (ponpes).

Di kampung tersebut hanya terdapat empat rumah tidak berpenghuni dan sebuah masjid yang terletak di ujung jalan kampung. Halaman masjid tua itu tampak asri dipayungi pohon sawo kecik yang rindang dan hiasan bedug masjid tua yang masih terawat.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Mantan warga Kampung Sumbulan, Sumarno menyebut bahwa masjid tersebut merupakan peninggalan sebuah pondok pesantren. Katanya, ponpes itu didirikan sekitar Tahun 1850-an oleh Nyai Murtadho saat masih bujang.

"Nyai Murtadho ini mendirikan sebuah pesantren yang disebut Sumbulan pada Tahun 1850. Beliau ini anak dari seorang ulama dari Demak," jelas Marno, Kamis (4/3/2021).

Baca juga:  Menengok Sunyinya Desa Tak Berpenghuni di Ponorogo

Menurutnya, saat ponpes itu semakin besar, jumlah santrinya semakin banyak, baik dari dalam maupun luar Ponorogo.

"Mereka mendirikan pondok semi permanen dan lama-lama menetap di Sumbulan," terangnya

Namun sepeninggal Nyai Murtadho dan keluarganya, ponpes di sana semakin sepi. Dia pun ingat, pada Tahun 1971 bangunan pesantren itu roboh.

"Sejak itu dan bahkan sebelumnya sudah banyak yang meninggalkan Sumbulan," tambah Marno.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Hingga terakhir Tahun 2016, kampung tersebut benar-benar kosong tanpa penghuni. Alasan Marno sendiri pindah dari Kampung Sumbulan karena akses jalan yang sulit. Katanya, sewaktu kecil dia harus berjalan berkilo-kilo meter di jalan setapak untuk sampai ke jalan raya.

"Sekarang yang aktif ya hanya masjid itu. Orang-orang di utara sungai juga jarang ke masjid itu karena aksesnya hanya jembatan bambu," sambung Marno.

Setelah menyebrang sungai, warga masih harus melewati jalan tanah yang menanjak.

"Tapi kalau hari raya, mereka Salat Idul Fitri di masjid itu. Beberapa warga asli Sumbulan juga berkumpul untuk menjenguk kampung halamannya," jelasnya.

Marno dan warga lainnya berharap jalan menuju Sumbulan diperbaiki sehingga warga bisa mengakses kampung halamannya kapan saja dengan mudah.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara Kepala Desa Plalangan, Ipin Herdianto menjelaskan bahwa sejarah berdirinya ponpes di Sumbulan memang ada.

"Tapi pondok kawak. Ceritanya yang babat pertama itu di Serut Sejanjang, terus Sumbulan, trus ke Asem Growong. Jadi di situ anak turunnya Mbah Asem Growong," tegasnya.

Ipin menyebut bahwa ponpes di Sumbulan itu untuk kegiatan mengaji zaman dulu hingga penyebaran Islam. Bahkan warga sepuh di Desa Plalangan juga masih merasakan pernah mengaji di situ.

"Jejak pondoknya tinggal masjid. Masih bersih, keluarga yang tinggal di kadipaten setiap hari masih ke situ, bersihkan masjid, ngepel, nyapu. Salat Duhur juga masih dipakai, kadang orang ke sawah juga mampir ke situ untuk ibadah. Kan masih lengkap, air juga masih ada," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.