Senin, 15 Jun 2026 08:57 WIB

Menengok Sunyinya Desa Tak Berpenghuni di Ponorogo

jatimnow.com - Lingkungan Sumbulan yang berada di Dusun Krajan 1, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo  kini telah ditinggal penghuninya sejak 4 tahun yang lalu.

Saat redaksi mengunjungi lokasi yang sebelumnya dihuni oleh 15 kepala keluarga (KK) tersebut, hanya ada 4 rumah permanen dan satu masjid.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Salah satu warga Sumbulan yang pindah ke Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Tohari mengatakan lingkungan itu ditinggal terakhir pada Tahun 2017 oleh 3 kepala keluarga (KK).

"Ketiga kepala keluarga itu juga ikut pindah. Kini yang ada masjid. Saya ke sini hanya untuk adzan. Biasanya cuma saya sama sepupu saya. Adzannya cuma Dhuhur dan Ashar saja," ujar Tohari, Rabu (3/3/2021).

Kepala Desa Plalangan, Ipin Herdianto membenarkan jika kini Lingkungan Sumbulan tidak berpenghuni. Ia menyebut jika sebelumnya ada 15 KK yang tinggal di lingkungan tersebut.

"Hampir satu RT. Dulu ramai dan mulai ditinggalkan tahun 1960 atau 1970 an. Dan terakhir 4 atau 5 tahun lalu hilang semua. Terakhir itu 2 atau 3 keluarga," katanya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dari data yang data, yang mengurus perpindahan keluarga terakhir pindah karena ikut anaknya.

"Kalau masalah mistis, hampir semua tempat sama saja karena semua tempat ada," katanya.

Ia membenarkan jika rumah-rumah yang ada telah ditinggal penghuninya. Sedangkan untuk masjid, masih dipergunakan oleh warga yang melintasi lokasi Lingkungan Sumbulan.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Dhuhur juga masih dipakai dan terkadang orang ke sawah juga mampir ke situ. Sebenarnya tempatnya enak, masih banyak pohon. Dirasakan beda, dingin, adem, ada juga bedug kawak yang utuh. Menurut cerita, kalau bedug jaman dulu masih utuh, makam tuanya juga masih ada. Hanya lingkungannya tidak berpenghuni saja," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.