Kamis, 18 Jun 2026 04:22 WIB

Derita Keluarga di Kota Probolinggo: Hidup Miskin hingga Idap Penyakit

jatimnow.com - Nasib pasangan suami istri (pasutri), Sriati (53) dan Rohadin (59), warga Jalan KH Ilyas, RT 5 RW 1, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo memprihatinkan.

Selain miskin dan hidup di rumah ukurang 5 meter x 6 meter dengan kondisi kayu nyaris rapuh, pasangan suami sitri (pasutri) itu hidup bersama dengan seorang anak dan satu cucu down syndrome. Mereka hidup bersama dengan kondisi gelap tanpa lampu karena tidak adanya aliran listrik.

Baca Juga: Dukung Dunia Pendidikan, SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan

"Engkok ngakanah eberik tetangeh, mon tadek semerik ngakan pohong, Mon malem nganggui demar kambeng (Saya makan dapat dari pemberian tetangga. Kalau tidak ada yang memberi makan singkong dan kalau malam pakai lampu teplek,red)," kata Sriati dengan logat bahasa Madura, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, keluarga mereka hanya bisa mengharapkan bantuan dari orang lain karena dirinya sudah tidak bekerja lagi. Sebelumnya, modal usaha menjual es dan gorengan habis untuk kebutuhan keluarganya.

"Engkok tak nganggui listrik polanah tak endik pesse se ekabejereh biaya lampu listrik (Saya tidak pakai listrik karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya lampu listrik)," ujarnya.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Untuk anaknya yang bernama Muhammad Dandi Jamaluddin (23), hanya bekerja serabutan. Sedangkan cucunya yang bernama Slamet Ainurrahman (9) memiliki penyakit kelainan genetik. Sedangkan Rohadin, suami dari Sriati bekerja sebagai pengayuh becak dan jarang pulang ke rumah.

"Saya sangat prihatin kepada cucu ibu Sriati karena kondisinya yang tidak normal. Seharusnya dia bisa sekolah namun kondisi fisik dan kehidupan ekonomi keluarganya kekurangan. Kalau ada rejeki saya pasti mendatangi keluarga ini kasihan hidup mereka," kata salah satu warga yang bernama Wiwin.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Provinsi Jatim, Muzammil Safi'i mengaku prihatin dengan kehidupan keluarga ini.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

"Saya akan bantu mereka untuk modal usaha, tergantung usaha apa yang akan dijalankan. Nanti kita akan pikirkan itu. Dengan mereka bisa kembali bekerja diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup ekonominya," katanya saat mengunjungi rumah Ibu Sriani.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.