Minggu, 21 Jun 2026 02:44 WIB

Santunan Dihapus, Harapan Ahli Waris Korban Covid-19 di Surabaya Pupus

  • Penulis :
  • | Rabu, 24 Feb 2021 13:51 WIB
foto: freepik.com
foto: freepik.com

jatimnow.com - Dea Winnie (27), warga Gubeng, Kota Surabaya yang telah ditinggalkan 4 keluarganya harus gigit jari mendengar kabar penghapusan santunan bagi korban meninggal akibat Virus Covid-19 oleh pihak Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Ia mengaku cukup terpukul atas penghapusan dana santunan kematian akibat Covid-19.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Jadi ibaratnya sudah dikasih harapan, ternyata sekarang jadi harapan kosong," katanya kepada redaksi, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, dirinya telah menaruh harapan lebih agar mendapatkan program santunan tersebut. Mengingat, ayah, ibu, kakak keponakannya meninggal dunia akibat Covid-19.

"Harapanku semoga gak jadi dibatalkan ya. Karena kami para keluarga juga merasa terbantu kalau ada santunan itu," harapnya.

Ia menceritakan, saat melakukan pengajuan santunan, dirinya mendapat beragam kesulitan karena terdapat salah ketik nama di akta kematian ditambah durasi penerbitan yang lama.

"Kemarin akta kematian keluargaku lama banget keluarnya, sebulan lebih. Terus begitu keluar ternyata salah nama, jadi harus urus lagi harus nunggu lagi," jelasnya

"Udah urus ini itu juga selama ini yang salah satunya untuk melengkapi syarat santunan itu. Terus juga harus urus keterangan ahli waris di pengadilan. Makan waktu juga," sambungnya.

Kemensos dalam Surat Edaran (SE) bernomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tertanggal 18 Februari 2021 yang ditandatangani Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Sunarti menetapkan jika santunan telah dihapus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sejak 4 keluarganya meninggal, Winnie juga mengaku tidak pernah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Gak pernah," tegasnya.

Winnie merupakan ahli waris yang telah ditinggalkan 4 orang keluarganya akibat Covid-19 beberapa waktu lalu.

Yang pertama ayahnya yang bernama Gatot Soehardono (68), meninggal pada 30 Mei 2020 pukul 7.30 Wib di salah satu rumah sakit di Surabaya selatan.

Kedua, calon keponakannya di dalam kandungan yang berusia 8 bulan dari kakaknya Debby Kusumawardhani (34). Janin itu dimakamkan pada 30 Mei pukul 18.00 Wib.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sedangkan 31 Mei, kakak pertamanya yang bernama Debby meninggal dunia pada pukul 01.50 Wib dan dimakamkan juga di Makam Keputih Surabaya.

Dua hari kemudian, mamanya Christina Sri Winarsih (60) juga meninggal dunia di rumah sakit yang sama pada pukul 14.30 Wib.

 

Reporter: Ni'am Kurniawan

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.