Selasa, 16 Jun 2026 01:13 WIB

319 Ahli Waris Korban Covid-19 di Surabaya Terancam Ngaplo

  • Penulis :
  • | Selasa, 23 Feb 2021 15:41 WIB
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 319 ahli waris dari pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Surabaya berpotensi tidak menerima santunan atau ngaplo, menyusul surat edaran terbaru dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Di Surabaya ada 319 yang kami ajukan melalui Dinas Sosial Provinsi (Jatim) untuk mendapat santunan dari Kemensos," jawab Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Surabaya, Suharto Wardoyo saat dikonfirmasi jatimnow.com, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Menurut Suharto, 319 ahli waris itu diusulkan mulai September 2020 hingga awal Februari 2021.

"Semuanya belum ada yang terima santunan," tambahnya.

Surat Edaran (SE) bernomor: 150/3.2/BS.01.02/02/2021 itu ditandatangani Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Sunarti pada 18 Februari 2021.

Baca juga:  

Dalam SE itu tertulis bahwa pada Tahun Anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi ahli waris pada Kementerian Sosial RI.

Sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten dan Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Terkait surat edaran tersebut, Suharto hanya bisa mengikuti keputusan dari Kemensos. Sebab selama ini, untuk santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia, tidak diplot oleh Pemkot Surabaya.

"Ya gimana lagi, itu anggaran kan dari Kemensos," jelas mantan Kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya tersebut.

Ditanya tentang tindakan khusus dari Dinas Sosial Surabaya, Suharto mengaku sampai saat ini belum ada langkah lebih lanjut.

"Ya tidak ada. Itu kan langkah dan kebijakan Kementerian Sosial. Kita nggak ada APBD," tandasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

 

Reporter:  Ni'am Kurniawan

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.