Minggu, 07 Jun 2026 22:16 WIB

Konservasi SDA di Gunung Rinjani Harus Libatkan Masyarakat Adat

  • Penulis :
  • | Senin, 22 Feb 2021 20:35 WIB
Tradisi adat Sasak 'Asuh Gunung Rinjani' di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara
Tradisi adat Sasak 'Asuh Gunung Rinjani' di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara

jatimnow.com - Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan bahwa proses konservasi lingkungan hidup khususnya kawasan hutan serta sumber daya alam di areal pegunungan mesti berbasis adat dan budaya. Sehingga pelibatan aktif masyarakat adat menjadi keharusan.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Konservasi, Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian KLH, Wiratno dalam acara tradisi adat Sasak 'Asuh Gunung Rinjani' yang dimotori Laskar Sasak Lombok-Nusa Tenggara Barat di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang

"Proses pelestarian hutan dan konservasi sumber daya alam termasuk dikawasan pegunungan khususnya di Gunung Rinjani mesti berbasis budaya dan adat sehingga menjadi keniscayaan bila keterlibatan masyarakat adat setempat harus dikedepankan," ujar Wiratno.

Lebih jauh Wiratno menyampaikan bahwa saat ini pihaknya mencatat ada sedikitnya 14 daerah khususnya berbasis desa yang sudah berkomitmen untuk menggunakan adat dan budaya sebagai bagian penting proses konservasi dan pelestarian lingkungan hidup.

"Desa Sinaru yang berada di lereng Gunung Rinjani bisa menjadi bagian dari 14 daerah konservasi lainnya yang melibatkan masyarakat adat untuk proses pelestarian lingkungan. Kedepan model ini mesti didorong menjadi lebih masih lagi sehingga tradisi adat dan budaya bangsa bisa menjadi solusi bagi penyelesaian problem bangsa tidak hanya soal pelestarian lingkungan saja," tegas Wiratno.

Tradisi adat Sasak 'Asuh Gunung Rinjani' di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok UtaraTradisi adat Sasak 'Asuh Gunung Rinjani' di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara

Ketua Harian Laskar Sasak, Lalu Sofyan Hadi membenarkan bila Laskar Sasak menjadi motor dalam acara ritual adat Asuh Gunung Rinjani yang merupakan rangkaian acara dari program LombokMercusar yang sudah dideklarasikan pada awal Oktober 2020 lalu.

"Pada awal bulan ini [Februari 2021) sudah ada 2 acara yang dimotori Laskar Sasak yang digelar, pertama Ritual Nyentulak, doa tolak balak di Desa Biluk Petung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur serta Pengukuhan Pemangku Hutan di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara pada 1 Februari 2021 lalu. Khusus saat ini di Senaru ada lagi Ritual Asuh Gunung Rinjani," ungkap Miq Sofyan, panggilan dari Lalu Sofyan Hadi.

Pembina Laskar Sasak yang juga Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wahyudi Adi Siswanto menyatakan bahwa pulau Lombok ini memiliki potensi energi yang luar biasa sejak era masa lalu khususnya saat Gunung Rinjani bernama Gunung Samaras.

Baca Juga: Gus Lilur Siapkan Tambang TBA Pasok 9 Pabrik Kalsium Karbonat Jatim

"Gunung Rinjani kuno atau yang dikenal Gunung Samalas pernah meletus 1257 masehi, dan letusannya sangat dahsyat yang membuat dampak buruk hingga daratan eropa. Hasil letusan Gunung Samalas itu kini berubah menjadi Gunung Rinjani dan danau segara anak. Artinya dengan doa-doa suci mengharapkan energi negatif yang dimiliki Rinjani menjadi energi positif untuk kepentingan bangsa dan umat manusia," kata Wahyudi.

Tradisi adat Sasak 'Asuh Gunung Rinjani' di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok UtaraTradisi adat Sasak 'Asuh Gunung Rinjani' di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara

Secara khusus, Wahyudi menyatakan bahwa manusia seharusnya mengedepankan relasi yang berdasarkan pada konsep trilogi.

"Relasi yang berkonsepsi trilogi dalam kehidupan manusia itu berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Semua konsepsi trilogi relasi itu ada aturannya yang mendasarkan pada agama serta adat dan budaya. Dalam semua itu yang menjadi dasarnya adalah kasih sayang," tegas Wahyudi.

Baca Juga: Laskar Sasak Deklarasi Dukung Penuh, Gubernur NTB: Saya Terharu

Adat Sasak, lanjut Wahyudi, telah mengimplementasikan konsepsi trilogi relasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan sudah sangat nyata termasuk dalam acara Ritual Asuh Gunung Rinjani ini.

"Besar harapannya dimana Lombok bila dilihat dalam deretan pulau-pulau nusantara merupakan titik tengah pada busur rangkaian kepulauan, sehingga dengan LombokMercusuar yang bertemakan membumikan nasionalisme dari Bumi Lombok dengan mendepankan adat dan budaya bisa menjadi raw model secara nasional kedepannya," ungkap alumni Fakultas Pertanian Universitas Jember itu.

Rangkaian acara ritual adat Asuh Gunung Rinjani dimulai dengan penyembelihan sejumlah hewan korban, proses simbeq bagi warga dan tetamu yang hadir, pemberian santunan bagi yatim piatu, prosesi acara diakhiri dengan pembacaan doa-doa pujian yang dipimpin Amaq Lokak beserta tetua adat dan laskar sasak.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.